• xnxx
  • xnxx
Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir - AnnajahSidogiri.id
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Senin, Februari 16, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Ajaran Tauhid Para Nabi dan Rasul

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Mukjizat

    Kenali Mukjizat dan Fenomena Lainnya (!)  

  • Aswaja
    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

Hafidz Aryoe by Hafidz Aryoe
3 Februari 2026
in Kajian
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir
168
SHARES
2.1k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram

Sematan “al-marhum” yang terdengar sederhana, lembut, dan penuh doa, sering kali kita ucapkan tanpa pikir panjang ketika mendengar kabar kematian seseorang. Namun, tahukah Kalian bahwa di balik satu kata yang tampak ringan ini tersimpan makna syar‘i yang sangat besar? Bahwa menyebut seseorang sebagai “yang dirahmati Allah” bukan sekadar ungkapan belasungkawa saja, akan tetapi juga sebuah doa yang memiliki implikasi hukum.

Lalu bagaimana jika gelar ini ditujukan kepada seseorang yang wafat dalam keadaan kafir?
Apakah ungkapan itu sekadar sopan santun?, atau justru memasuki wilayah yang dilarang oleh syariat? menurut al-Faqir hal ini memang merupakan bagian yang sering diabaikan, namun justru sangat krusial untuk dipahami lebih dalam.

Satu hadis nabi menjelaskan;

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:إِذَا رَأَيْتُمُ الْجِنَازَةَ فَقُومُوا، فَمَنْ تَبِعَهَا فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى تُوضَعَ.

“Apabila kalian melihat jenazah, maka berdirilah. Barang siapa mengikuti jenazah, jangan duduk hingga jenazah itu diletakkan.”

Baca Juga: Historis dan Teologis Bahwa Yesus tidak Disalib

Dan dalam hadis lain disebutkan;

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ:مَرَّتْ جِنَازَةٌ، فَقَامَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقِيلَ لَهُ: إِنَّهَا جِنَازَةُ يَهُودِيٍّ.
فَقَالَ: أَلَيْسَتْ نَفْسًا؟

Dalam riwayat ini para sahabat memberitahukan bahwa jenazah tersebut adalah jenazah seorang Yahudi, lalu Rasulullah ﷺ menjawab: “Bukankah ia juga seorang manusia?”

Dua riwayat ini menunjukkan bahwa pada dasarnya Islam sangat menghormati kemuliaan manusia, terlepas dari agama apa yang dipeluknya. Namun, penghormatan tersebut tidak berarti persetujuan terhadap keyakinannya, dan tidak pula berarti bahwa syariat membolehkan mendoakan ampunan bagi orang yang wafat dalam kekufuran. Sikap Nabi ﷺ berdiri untuk jenazah Yahudi ini adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap sisi kemanusiaannya saja, bukan merupakan bentuk doa, dan bukan pula pembenaran terhadap akidahnya.

Perlu kita ketahui bahwa syariat Islam telah memberikan batasan tegas terkait hal ini. Allah ﷻ berfirman :

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Mengenai ayat di atas Imam al-Maraghi menegaskan:

قَالَ المَرَاغِيّ:
وَفِي الآيَةِ إِيمَاءٌ إِلَى النَّهْيِ عَنِ الدُّعَاءِ لِمَنْ مَاتَ عَلَى كُفْرِهِ بِالْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ، أَوْ وَصْفِهِ بِذَلِكَ كَقَوْلِهِمْ: “الْمَغْفُورُ لَهُ فُلَان” وَ“الرَّاحِمُهُ اللهُ فُلَان”، كَمَا يَفْعَلُهُ بَعْضُ جُهَّالِ المُسْلِمِينَ مِنَ الْخَاصَّةِ وَالْعَامَّة.   1

 

Artinya, ayat tersebut merupakan isyarat yang sangat jelas tentang larangan mendoakan ampunan dan rahmat bagi seseorang yang wafat dalam kekufuran, maupun mensifatinya dengan doa-doa seperti “semoga Allah merahmatinya”, sebagaimana dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin yang kurang memahami syariat.[1]

Baca Juga: Menjaga Tradisi Menghormati Dzuriyah Nabi ﷺ

Imam Ibnu Katsir pun juga menegaskan bahwa ayat ini turun sebagai penjelasan dan batasan bagi sebagian sahabat yang hendak memintakan ampunan bagi kerabat mereka yang kafir.[2]

Dalam hal ini, satu hadis dari Sayyidina Ali dijelaskan;

وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ:سَمِعْتُ رَجُلًا يَسْتَغْفِرُ لِوَالِدَيْهِ وَهُمَا مُشْرِكَانِ، فَقُلْتُ لَهُ: تَسْتَغْفِرُ لِوَالِدَيْكَ وَهُمَا مُشْرِكَانِ؟ فَقَالَ: قَدِ اسْتَغْفَرَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ ﷺ، فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ

Artinya; Ali bin Abi Thalib berkata: “Aku mendengar seorang laki-laki memohonkan ampun bagi kedua orang tuanya, padahal keduanya musyrik. Maka aku berkata kepadanya, ‘Apakah engkau memohonkan ampun bagi kedua orang tuamu, sementara keduanya musyrik?’ Ia menjawab, ‘Sesungguhnya Ibrahim memohonkan ampun bagi ayahnya.’ Lalu aku sampaikan hal itu kepada Nabi ﷺ, maka turunlah ayat ini (at-Taubah 113).” [H.R Tirmidzi; 3105]

Maka dari sini pun kita mengetahui bahwa menyematkan al-Marhum pada mayit kafir jelas tidak diperbolehkan dalam syariat Islam. Wallahu A’lam.

Moh Khafidz |Annajahsidogiri.id

 

[1] Al-Maraghi, Tafsir al-Maragbi, jilid 36, hlm. 4.

[2] Ibnu Katsir, Tafsir Ibn Katsir, tafsir QS. at-Tawbah: 113.

 

Previous Post

Historis dan Teologis Bahwa Yesus tidak Disalib

Next Post

ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

Hafidz Aryoe

Hafidz Aryoe

Next Post
ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor