Liberal

Ketika Negara Tanpa Agama

Sebuah negara harus ditopang agama, terlebih negara dengan mayoritas muslim. Agama berperan penting dalam kehidupan manusia untuk menuju Tuhan. Dengan agama, manusia menjadi makhluk bermoral yang mempunyai pondasi keimanan. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi, “Tidaklah Aku (Allah) menciptakan manusia dan jin kecuali agar menyembah (kepada Allah semata.)” (QS. adz-Dzariyah {51): 56). Ayat ini jangan disalahartikan bahwa Allah butuh disembah. Akan ...

Read More »

Dekonstruksi Teks dalam Al-Quran

Dekonstruksi

Dekonstruksi bukan sekadar kata yang dapat dengan mudah untuk dipetakan dalam sebuah definisi. Dekonstruksi cenderung menghindari definisi apapun, sehingga sama sekali tidak bisa didefinisikan dan terbuka terhadap berbagai penafsiran. Lebih jauh dekonstruksi bersifat anti teori atau bahkan anti metode. Baca Juga: Dekonstruksi Syariah Menurut Ummul-Barâhîn Namun dalam pemahaman umum, kata dekonstruksi biasa diartikan sebagai ‘pembongkaran’ terhadap sesuatu dalam wacana pemikiran, ...

Read More »

Legalitas Doa Lintas Agama

Doa Lintas agama

Doa adalah permintaan disertai dengan merendahkan diri. Pada dasarnya doa merupakan sesuatu yang baik, bahkan merupakan suatu perintah. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat Ghâfir ayat 60 yang artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” Hanya saja dalam praktiknya tetap ...

Read More »

Sejarah Liberalisasi di Indonesia

Sejarah Liberalisasi di Indonesia

Sebuah ideologi bisa diterapkan dalam suatu negara tidak akan lepas dari campur tangan pemerintah (penguasa) pada masa tersebut. Karena dengan adanya campur tangan penguasa ideologi bisa sukses mempengaruhi masyarakat yang ada di negara tersebut. Sebagaimana pada masa Khalifah Abasiyah yang bernama al-Manshur. Beliau menjadikan ideologi Muktazilah sebagai ideologi resmi negara dengan pokok ajaran menganggap al-Quran makhluk. Sehingga, Muktazilah lebih dominan ...

Read More »

Liberalisme Berkedok Kebebasan Berpikir

Liberalisme

Opini dan gagasan ini saya tulis berdasarkan kesimpulan sebuah diskusi yang saya lakukan dengan beberapa orang di telegram. Beberapa hari yang lalu saya sempat melakukan diskusi panjang yang kebetulan membahas epistimologi filsafat, dengan keterbatasan pengetahuan saya tentang filsafat akhirnya saya lebih banyak menyimak dan membaca satu persatu gagasan mereka. Namun, suasana tiba-tiba berubah menjadi semacam “konflik” tentu bukan sebuah pertikaian ...

Read More »