HEADLINE

Liberal

Cara Beriman Pada Ghaibiyat: Belajar dari Kasus Yuval Noah Harari

Cara Beriman Pada Ghaibiyat

“Apakah kamu bisa menjawab pertanyaanku?” Tanya seorang atheis kepada Imam Abu Hanifah. Atheis itu sebelumnya sudah menghina Imam Abu Hanifah, karena umur beliau yang masih muda. “Tentu, dengan pertolongan Allah.” Jawab Imam Abu Hanifah. “Apakah Allah ada?” “Iya, Allah ada.” “Dimana dia?” “Allah ada tanpa tempat.” “Bagaimana mungkin ada sesuatu, tetapi tidak bertempat?” “Aku punya dalil untuk membuktikanya, dan itu ...

Read More »

Telisik Prisma Berpikir Teologi Imam Al-Asy’ari (Bagian III/Selesai)

Telisik Prisma Berpikir Teologi Imam Al-Asy'ari

Selanjutnya penulis akan memaparkan contoh kasus yang bisa menvisualisasikan tiga instrumen barusan dan konsepsi teologi al-Asy’ari dalam beberapa subjudul lanjutan, agar mempermudah pembaca untuk menganalisa metodologi yang diaplikasikan oleh al-Asy’ari dalam kajian akidah yang ditulisnya. 1.Afirmasi akan Keberadaan Allah Swt. Dalam membangun premis akan keberadaan Allah Swt., al-Asy’ari memulai dengan observasi eksperimental yang dilakukannya pada siklus kehidupan yang terjadi pada ...

Read More »

Telisik Prisma Berpikir Teologi Imam Al-Asy’ari (Bagian II)

Telisik Teologi Imam Al-Asyari

Lalu bagimanakah al-Asy’ari mengejewantahkan paradigma teologinya? Mula-mula yang perlu diketahui bagi siapapun yang ingin mendalami teologi Asy’arian, memahami prisma berpikir al-Asy’ari dalam mengkonstruksi pengetahuan dan perangkatnya hingga mencapai kebenaran hakiki dalam berakidah. Defenisi ilmu atau pengetahuan oleh al-Asy’ari dideskripsikan sebagai: “Sesuatu yang dengannya orang yang tahu dapat mengetahui sesuatu yang diketahui.” Baca Juga: Telisik Prisma Berpikir Teologi Imam Al-Asy’ari (Bagian ...

Read More »

Telisik Prisma Berpikir Teologi Imam Al-Asy’ari (Bagian I)

Telisik Teologi Imam Al-Asyari

Identifikasi terhadap konseptualisasi al-Asy’ari dapat dianalisa dengan cermat dalam buku-buku magnum opus-nya, seperti al-`Ibânah fî `Ushûl ad-Diyânah, al-Luma’ fî Radd ‘alâ `Ahli az-Zaygi wa al-Bida’, `Istihsân al-Khawdl fî ‘Ilm al-Kalâm, dan Maqâlât al-`Islâmiyyîn wa `Ikhtilâf al-Mushallîn. Dengan tasyrih yang lengkap, pembaca akan mendapati bahwa yang dominan buku-buku al-Asy’ari berbentuk konfrontatif-ofensif pada lawan teologinya, secara spesifik dilakukannya kepada Muktazilah dengan mengejewantahkan ...

Read More »

Akar Pluralisme Agama: Justifikasi Spekulatif Demi Tujuan Utopis (#4)

Akar Pluralisme Agama: Justifikasi Spekulatif Demi Tujuan Utopis (#4)

Reduksi Istilah Mereka, kaum liberal, sering menyelewengkan definisi dan maksud satu istilah yang sudah mapan, disepakati oleh dan menjadi pengetahuan yang sudah maklum. Di antara isitilah yang sudah mapan dan diubah definisinya demi mengesahkan pluralisme agama adalah istilah ‘Islam’. Wilfred Cantwell Smith, pendiri Institute of Islamic Stadies di Montreal’s McGill Unjiversity, Kananda, memberi definisi Islam, “Islam adalah kata kerja, muncul ...

Read More »