HEADLINE

Kolom

Moderasi Ahlusunah di Antara Muktazilah dan Barahimah

Ada tiga pendapat mengenai terutusnya nabi ke muka bumi. Pertama, Pendapat Ahlusunah; tertutusnya nabi ke dunia hukumnya munkin (jaiz) (1). Kedua, Pendapat Muktazilah; terutusnya nabi ke dunia wajib. Ketiga, Pendapat Barahimah; terutusnya nabi ke dunia mustahil. Ahlusunah memilki pandangan yang paling moderat. Tidak mewajibkan, juga tidak memustahilkan. Karena bagaimana pun berdasarkan dalil naqli dan akli, Allah tidak wajib melakukan apapun. ...

Read More »

Pandangan dan Kritik Terhadap Barahimah

Nama Barahimah Bagi kelompok yang dinisbatkan pada Brahma ini, terutusnya para nabi adalah doktrin lucu dan mustahil. Akal bagi mereka adalah kekuatan besar yang dengannya sudah sangat cukup menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Apapun, jika hal itu baik menurut akal, maka siapapun bisa melakukannya meski tak ada satu pun nabi yang mengatakannya. Sebaliknya, jika hal itu buruk ...

Read More »

Pandangan dan Kritik Terhadap Muktazilah

Salah satu kaidah dasar Muktazilah adalah Allah harus melakukan sesuatu yang baik (shalâh) dan terbaik (ashlah) pada manusia . Dari keyakinan dasar inilah, Muktazilah berpendapat bahwa bi’tsatu al-anbiyâ’ hukumnya wajib bagi Allah karena para nabi akan menjadi bagian dari pemenuhan kemaslahatan untuk umat manusia. Kehidupan umat manusia yang sedemikian kompleks dan rumit ini, tidak akan pernah menjadi sempurna dan sesuai ...

Read More »

Terutusnya Nabi ke Muka Bumi (1/4)

Sebagai madzhab paling moderat di antara sekte-sekte ekstrem lain, Ahlusunah berpandangan bahwa bi’tsatu al-anbiyâ’ (terutusnya para nabi) kepada semua makhluk adalah rentetan dari beberapa hal yang jaiz bagi Allah secara akal. Jaiz berarti hal itu tidak memiliki tuntutan sama sekali bagi Allah untuk melakukannya. Bahasa kitab untuk menggambarkan sifat jaiz Allah sebagaimana yang sering dipakai dan kita dengar adalah: فِعْلُ ...

Read More »

Sang Baginda SAW Nabiku Tercinta

Alangkah indahnya jika di hati setiap generasi bangsa ini terdapat kecintaan mendalam kepada sosok agung Baginda Nabi SAW. Alangkah indahnya jika salawat yang menggema di penjuru negeri tidak terhenti di bibir saja, tapi merasuk ke relung jiwa setiap Muslim Indonesia. Mencintai Nabi Muhammad wajib hukumnya. Namun, sedikit pun Nabi tidak butuh pada kecintaan kita kepada beliau. Kecintaan kita tidak akan ...

Read More »