• xnxx
  • xnxx
Benarkah Umat Nabi Tidak Akan Sepakat pada Kesesatan? - AnnajahSidogiri.id
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Ajaran Tauhid Para Nabi dan Rasul

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Mukjizat

    Kenali Mukjizat dan Fenomena Lainnya (!)  

    Teologi islam

    Teologi Islam; Dalang Kegagalan Revolusi Sains di Dunia Muslim?

    Tuhan

    Kenapa Tuhan Harus Allah?

  • Aswaja
    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Benarkah Umat Nabi Tidak Akan Sepakat pada Kesesatan?

Abdulloh AG by Abdulloh AG
8 September 2023
in Aswaja
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Benarkah Umat Nabi Tidak Akan Sepakat pada Kesesatan?
319
SHARES
4k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram

Pada artikel sebelumnya penulis menerangkan tentang harusnya kita mengikuti mayoritas umat nabi ketika terjadi perbedaan dengan mengutip sebuah hadis yang tercantum dalam Sunan Ibnu Mâjah, yaitu:

 قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «إِنَّ أُمَّتِي لَا تَجْتَمِعُ عَلَى ضَلَالَةٍ، فَإِذَا رَأَيْتُمُ اخْتِلَافًا فَعَلَيْكُمْ بِالسَّوَادِ الْأَعْظَمِ»

Beliau (Abu Khalaf al-A‘ma) berkata: Aku mendengar Anas bin Malik berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Umatku tidak akan sepakat pada kesesatan. Maka, jika kalian menjumpai perbedaan, ikutilah mayoritas terbesar.” (HR. Ibnu Majah, 3950).

Oleh sebagian kalangan, hadis ini tidak bisa dijadikan hujah atau dalil, karena sanad hadisnya daif. Sebab, salah satu perawinya ada yang dianggap dhaif oleh para imam hadis. Seandainya hadis itu memang sahih, maka maksud umat dalam teks hadis tersebut tertentu pada shahabat dan tabiin saja. Lalu apakah betul demikian? Mari kita telisik pendapat ulama (Jumhurul-ulama) ahli Hadis.

Kualitas Sanad Hadisnya

Jumhurul-ulama dari ahli hadis, seperti Imam Hakim dalam kitab al–Mustadrak, menyatakan hadis ini sahih sesuai dengan persyaratan Imam Bukhari dan Muslim.[1] Begitu juga Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Talkhîshul-Khabîr. Beliau mengatakan bahwa hadis tersebut sanadnya sahih, karena banyak jalur periwayatan dan penolongnya (Syâhid).[2] Di antaranya, Sunan Abî Dâwud, dalam bab fitnah (4253); Sunan at-Tirmidzî (2167); Musnad al-Imâm Ahmad (21292); dan al-Mu‘jam al-Kabîr (13623).

Senada dengan hadis ini, hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِي صَلَّى اللُه عَلَيْهِ وَسَلَمَّ يَقُوْلُ: «لا يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ» متفق عليه

Dari Muawiyah, beliau berkata: aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, “Akan senantiasa ada dari umatku, sekelompok umat yang terus menegakkan urusan agama Allah. Orang yang merendahkan mereka tak akan memberikan mudarat, dan tidak pula orang yang menyelisih mereka, sampai ketetapan Allah (Kiamat) mendatangi mereka, sedangkan mereka dalam keadaan seperti itu (menegakkan urusan agama Allah).”[3] (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Imam Baidhawi mengatakan bahwa maksud lafaz “umatku” dalam hadis ini adalah ummatul-ijâbah (umat Nabi yang beriman). Sedangkan, maksud dari “sekelompok umat” adalah mereka yang akan senantiasa menegakkan hukum syariat dan akidah yang benar.[4]

Maksud Kata “Umatku” yang Senantiasa Menegakkan Urusan Agama Allah

Redaksi lain yang tercantum dalam Shahîh Muslim:

عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِي صَلَّى اللُه عَلَيْهِ وَسَلَمَّ يَقُوْلُ: «لا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ اَوْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ ظَاهِرُوْنَ عَلَى الْنَّاسِ»

Dari Muawiyah berkata: Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang akan terus menegakkan urusan agama Allah. Orang yang merendahkan mereka tak akan memberikan mudarat, atau yang menyelisih mereka. Hingga, di saat datang ketetapan Allah (Kiamat), mereka tetap menampakkan (menegakkan) kebenaran pada manusia.”[5]

Hadis di atas oleh sebagian ulama dijadikan dalil keabsahan ijmak dan terjaganya umat Nabi dari penyimpangan. Imam Nawawi berkata: maksud kata “Thâifah” di dalam hadis di atas menurut Imam Bukhari adalah Ahlul-‘ilmi, sedangkan menurut Imam Ahmad adalah Ahlul-hadîs. Kemudian, beliau (Imam an-Nawawi) melanjutkan, Thâifah di antara umat Islam itu berbeda-beda. Contoh, mereka yang berperang (membela agama Allah), para ahli hadis atau ulama yang melakukan amar makruf nahi munkar. Dan lagi menurut beliau, hadis ini merupakan salah satu dalil bahwa ijmak para ulama bisa dijadikan hujah.[6]

Baca Juga; Cara Menyikapi Polemik Nasab Baalawi

Kesimpulannya, kualitas hadis di atas itu sahih atau paling tidak hasan, karena yang meriwayatkan banyak. Sehingga, hadis ini menjadi kuat karena riwayat-riwayat itu. Di samping itu, hadis ini senada dengan hadis riwayat Bukhari-Muslim, yang menyatakan bahwa akan selalu ada sekelompok umat Nabi yang menegakkan urusan agama sampai Kiamat. Wallâhu a‘lamu bish-shawâb.

Abiagbar| Annajahsidogiri.id


[1] Al-Imam al-Hakim, al-Mustadrak (4/498 [8665]).

[2] Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Talkhîshul-Khabîr, Juz 5 hlm. 224-227.

[3] Al-Imam al-Bukhari, Sahîhul-Bukhâri dalam Kitâbul-Manâqib (3641).

[4] Al-Imam al-Baidhawi, Tuhfatul-Abrâr dalam Bâbul-I‘tishâm bil-Kitâb was-Sunnah, juz 1 hlm. 132.

[5] Imam Muslim, Sahîh Muslim dalam Kitâbul-Imârah (1923).

[6] Al-Imam an-Nawawi, Syarh Muslim, Juz 13 hlm. 67.

Previous Post

Sayidina Umar Melarang Tabaruk (?)

Next Post

Mengenal Sifat Sama’ dan Bashar

Abdulloh AG

Abdulloh AG

santri aktif Pondok Pesantren sidogiri yang berasal dari pulau garam Madura dan redaksi website annajahsidogiri.id

Next Post
Mengenal Sifat Sama’ dan Bashar

Mengenal Sifat Sama’ dan Bashar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor