Ajaran Tritunggal adalah sebuah konsep ketuhanan yang menyebut Allah terdiri dari tiga pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Paham ini telah menjadi pusat teologi Kristen mainstream (arus utama). Namun, jika diteliti secara sejarah, konsep ini tidak berasal dari pengajaran Yesus atau pun para rasul, melainkan hasil konstruksi filosofis dan dogmatis dalam sejarah Gereja.
Dalam bab ini kami mengajak Anda untuk menelusuri asal-usul ajaran Tritunggal, mengevaluasi ajaran para Bapak Gereja, dan mengungkap jejak kesamaan antara Tritunggal dengan konsep ketuhanan dalam kepercayaan pagan yang bertentangan dengan ajaran Yesus yang monoteistik.
Pertama, dalam Perjanjian Lama (PL) tidak dipungkiri lagi, bahwa ayat-ayat yang tertulis dalam Bible justru secara terang-terangan menjelaskan konsep ketuhanan yang monoteisme. Allah sudah memperkenalkan diri-Nya sebagai satu (Esa), tanpa ada tambahan pribadi lain dalam diri-Nya. Ini ditegaskan dengan jelas melalui ayat-ayat berikut:
- Kejadian 1:1
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”
- Keluaran 20:2-3
“Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku.”
- Ulangan 4:35
“Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhan-lah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.”
Baca Juga; Maryam Merupakan Nabi?
- Ulangan 4:39
“Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhan-lah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.”
- Ulangan 6:4
“Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa.”
- Ulangan 32:39
“Perhatikanlah sekarang, bahwa Akulah Dia, tidak ada Allah selain Aku. Aku membunuh dan Aku menghidupkan, Aku meremukkan dan Aku menyembuhkan, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku.”
- Yesaya 37:16
“TUHAN semesta alam, Allah Israel, yang bertengger di atas kerub-kerub, Engkau sendirilah Allah, satu-satunya di atas segala kerajaan bumi.”
- Yesaya 43:10-11
“Kamu ini adalah saksi-saksi-Ku, demikianlah firman TUHAN, dan hamba-Ku yang telah Kuutus, supaya kamu mengetahui dan percaya kepada-Ku, dan mengerti bahwa Akulah Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak ada. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.”
- Yesaya 44:6
“Beginilah firman TUHAN, Raja Israel dan Penebusnya, TUHAN semesta alam: Akulah yang terdahulu dan Aku yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.”
Baca Juga; Allah seperti Anak Muda Berambut Keriting
- Yesaya 44:8
“Adakah Allah selain Aku? Tidak ada gunung batu, Aku tidak tahu!”
- Yesaya 45:5-6
“Akulah TUHAN, tidak ada yang lain; tidak ada Allah selain Aku. Aku telah mempersenjatai engaku, meskipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang-orang dari ujung bumi melihat dan tahu, bahwa tidak ada yang lain selain Aku; Akulah TUHAN, dan tidak ada yang lain.”
- Yesaya 45:18
“Sebab beginilah firman TUHAN, yang menciptakan langit, yang Allah yang membentuk bumi dan yang menjadikannya, yang menegakkannya dan tidak menciptakannya untuk kekacauan, yang membentuknya untuk didiami: Akulah TUHAN, dan tidak ada yang lain.”
- Mazmur 83:19
“Engkau sajalah, yang nama-Nya TUHAN, Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.”
- Mazmur 86:10
“Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.”
Kedua, Yesus memahami konsep ketuhanan sama seperti para nabi sebelumnya, mengajarkan bahwa Allah adalah satu (Esa), tanpa perubahan dan tanpa ada pembagian pribadi sebagaimana yang dipahami oleh mayoritas Kristen dewasa ini. Berikut adalah beberapa ayat yang menegaskannya:
- Markus 12:29
“Yesus menjawab: ‘Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa’.”
- Matius 4:10
“Maka kata Yesus kepadanya: ‘Enyahlah, Iblis! Karena ada tertulis: Hanya kepada Tuhan, Allahmu, saja engkau harus menyembah dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!’”
- Yohanes 17:3
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”
- Matius 19:17
“Yesus menjawab: ‘Mengapa engkau bertanya tentang apa yang baik? Hanya satu yang baik, yaitu Allah. Tetapi jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah’.”
Ketiga, para apostolos (rasul-rasul atau utusan-utusan Yesus), ternyata juga meyakini konsep ketuhanan yang monoteisme, yaitu Tuhan adalah esa, bukan Tritunggal.
Setelah kebangkitan dan kenaikan Yesus, ajaran mengenai Allah yang Esa diteruskan oleh mereka yang diutus oleh Yesus. Berikut adalah beberapa pernyataan mereka:
- 1 Korintus 8:4
“Mengenai makanan yang dipersembahkan kepada berhala, kita tahu, bahwa tidak ada berhala di dunia ini dan bahwa tidak ada Allah selain dari pada Allah yang esa.”
- 1 Korintus 8:6
“Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.”
Baca Juga; Allah adalah Dewa Bulan?
- 1 Timotius 1:17
“Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja yang kekal, yang tak fana, yang tak terlihat, Allah yang esa.”
- 1 Timotius 2:5
“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.”
- Efesus 4:6
“Satu Allah dan Bapa dari semua, yang di atas segala sesuatu, dan oleh segala sesuatu, dan di dalam segala sesuatu.”
Jadi, dalam kitab suci umat Kristiani, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dengan jelas dan konsisten mengajarkan bahwa Allah itu Esa. Satu pribadi tanpa pembagian menjadi tiga atau lebih. Ajaran tentang Tritunggal tidak ditemukan dalam pengajaran para nabi, Yesus, maupun para rasul. Semua ayat yang ada menunjukkan bahwa Allah itu satu dan Esa, yang menciptakan dan memerintah atas segala sesuatu.
- Fuad Abdul Wafi | Annajahsidogiri.id
































































