• xnxx
  • xnxx
Mengenal Lebih Dekat Pemikiran Sekte Muktazilah - AnnajahSidogiri.id
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Jumat, Januari 30, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Ajaran Tauhid Para Nabi dan Rasul

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Mukjizat

    Kenali Mukjizat dan Fenomena Lainnya (!)  

    Teologi islam

    Teologi Islam; Dalang Kegagalan Revolusi Sains di Dunia Muslim?

    Tuhan

    Kenapa Tuhan Harus Allah?

  • Aswaja
    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Mengenal Lebih Dekat Pemikiran Sekte Muktazilah

Redaksi by Redaksi
4 Januari 2021
in Aswaja, Wahabi
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Mengenal Lebih Dekat Pemikiran Sekte Muktazilah

Muktazilah yang melepaskan dari golongan mayoritas

181
SHARES
2.3k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram

Sering kali kita dengar dengungan sekte yang satu ini, tapi kadang kita masih bertanya-tanya, apa dan bagaimana pemikiran Muktazilah sebenarnya? Disini akan diuraikan sekelumit tentang pemikiran sekte Muktazilah. Muktazilah sendiri merupakan kelompok Islam (firqah-islamiyah) yang lahir pada abad ke-2 hijriah, yang sepak terjangnya berlangsung hingga masa kekuasaan Dinasti Abbasiyah periode pertama. Dalam perjalanannya, Muktazilah kemudian terpecah menjadi dua puluh kelompok, masing-masing kelompok saling bermusuhan atau bahkan mengkafirkan yang lain.[1]

Penamaan sekte ini dengan sebutan Muktazilah, para ulama berbeda pendapat. Satu pihak mengatakan, karena Washil bin ‘Atha’ (tokoh pendiri sekte Muktazilah) dan kawan setianya, ‘Amir bin ‘Ubaid memisahkan diri dari majelis guru mereka, Imam Hasan al-Bashri (tokoh tabiin terkemuka). Mereka berdua memisahkan diri (i’tizal) lantaran tak sepaham dengan guru mereka dalam masalah pelaku dosa besar. Washil menyatakan bahwa pelaku dosa besar itu tidak mukmin dan tidak kafir.[2]

Pendapat lain mengatakan, penamaan Muktazilah itu karena pemikiran kelompok ini terpisah dari jalan yang benar sesuai ajaran Ahlus-Sunnah wal-Jamaah. Muktazilah juga kadang disebut “Qadariah”, karena corak pemikiran mereka selalu menyandarkan kuasa manusia pada kemampuannya sendiri, bukan pada qudratullah. [3]

Dalam sejarahnya, sebenarnya sekte Muktazilah lahir sebagai respon persengketaan antara sekte Khawarij dan sekte Murjiah—keduanya merupakan sekte ekstrim, terkait permasalahan orang mukmin yang suka melakukan dosa besar. Sekte Khawarij berkeyakinan, orang yang mengerjakan dosa besar tidak boleh disebut sebagai mukmin lagi, tapi ia kafir karena dosa-dosanya. Sedangkan sekte Murjiah yakin jika pelaku dosa besar itu tetap dianggap mukmin yang sempurna. Kedua sekte ini plus Muktazilah sendiri, merupakan aliran filsafat yang sering berpikir rasional. Tak heran jika mereka kemudian disebut sebagai aliran rasionalisme.

Diantara keyakinan (aqidah) fatalisme sekte Muktazilah adalah mengingkari sifat-sifat Allah I (shifatullah); meyakini al-Quran sebagai makhluk; dan menyatakan kemustahilan melihat Allah I kelak di akhirat. Disini penulis akan menjelaskan tesis lima inti pemikiran sesat sekte Muktazilah yang terkenal itu, atau yang populer dengan sebutan “Ushulul-Khamsah”.[4]

At-Tauhid (Mengesakan)

Muktazilah beranggapan konsep “at-tauhid” sebagai pemikiran mereka yang paling murni. Lantaran hal inilah mereka mengkultuskan dirinya sebagai “Pembela Tauhid” (ahlut-tauhid). Muktazilah lalu membuat semacam vonis bahwa Allah I tidak mempunyai satupun sifat, sebab Allah I Maha Esa tanpa butuh satu sifat pun. Menurut mereka, bila Allah I memiliki sifat, maka akan berkonskuensi memunculkan dzat baru yang juga kekal (qadim) selain dzat Allah I sendiri.

Sebagai akibat dari penafian sifat Allah I ini, Muktazilah beranggapan bahwa kalamullah bukanlah sifat, melainkan hanya ciptaan atau hal baru yang tak ada sangkut-pautnya dengan dzat Allah I. Menurut keyakinan mereka, kalamullah itu punya bentuk huruf dan suara. Ini menunjukkan bahwa kalamullah itu produk yang diciptakan di satu tempat. Jika kesimpulan ini benar, maka berarti kalamullah itu tidak kekal (qadim), akan tetapi baru (hadis).5

Al-‘Adl (Keadilan)

Yaitu yakin bahwa Allah I wajib berlaku adil. Mustahil Allah I berbuat dzalim pada seluruh hamba-Nya. Menurut sekte Muktazilah, keadilan Allah I itu harus berupa kebaikan atau bahkan lebih dari baik (as-shalah wal ashlah), yang harus diterapkan pada seluruh umat manusia.

Termasuk kewajiban Allah I, menurut muktazilah adalah Allah I tidak boleh memberi beban yang terlalu berat melebihi kemampuan manusia. Allah I wajib mengutus para rasul dan nabi untuk memperbaiki dan mengarahkan manusia di muka bumi ini agar kehidupan mereka baik. Allah I wajib memberikan kekuatan pada manusia, agar mereka bisa berbuat sendiri sesuka hati tanpa harus terhegemoni oleh takdir.

Al-wa’d wal-Wa’id (Janji dan Ancaman)

Sekte Muktazilah beranggapan, Allah I wajib menepati janji—sebagaimana dalam penjelasan al-Quran, agar memuliakan orang mukmin ke surga-Nya dan menyiksa orang kafir ke neraka-Nya. Meski Allah I kuasa memasukan pendosa besar ke surga dan orang mukmin ke neraka, tapi mustahil Allah I melakukan hal demikian. Sebab jika yang disebut terakhir benar-benar terjadi, maka itu sangat bertentangan dengan konsep keadilan versi mereka.6

Pemahaman ini sangat mirip dengan pandangan bahwa manusia berkuasa penuh untuk mentukan nasib baik dan buruk mereka sendiri. Karena itulah manusia nantinya akan mendapat pahala dan siksa yang sesuai porsi masing-masing di akhirat.

Al-Manzilah bainal-Manzilatain (Bertempat Diantara Dua Opsi)

Ini merupakan ajaran dasar dikalangan Muktazilah. Pemahaman ini timbul setelah kejadian sengketa antara Washil bin ‘Atha’ dengan gurunya, Imam Hasan al-Bashri. Menurut Muktazilah, pelaku dosa besar tidak kafir dan tidak mukmin, melainkan terkatung-katung diantara keduanya.

Pelaku dosa besar, versi Muktazilah, tidak lagi diberi predikat mukmin karena sudah menyimpang dari ajaran Islam, juga tidak disebut kafir karena mereka masih iman kepada Allah I dan rasul-Nya. Berarti status mereka ada diantara predikat mukmin dan kafir. Nah, posisi inilah yang disebut manzilah bainal-manzilatain.7

Al-Amar bil-Ma’ruf wan-Nahyi ‘anil-Munkar

Dalam hal ini, antara pemikiran Muktazilah dengan Ahlussunah masih ada kesamaan, terkait wajibnya amar-makruf nahi-munkar. Keduanya sama-sama berpendapat fardhu-kifayah. Hanya saja menurut sekte Muktazilah, kemunkaran itu pada awalnya harus dicegah dengan cara yang halus. Namun bila masih tidak mempan, maka harus dengan cara yang keras dan seterusnya.

Pemahaman ini sangat bertentangan dengan Hadis Nabawy yang menjelaskan, bahwa orang yang menemukan kemunkaran maka berkewajiban untuk melakukan pencegahan dengan tangan, bila tidak mampu maka dengan lisan, lalu dengan inkar dihati jika masih tidak bisa.8

 

Shahibul Ilmi al-Mi’raj/Annajah.co

[1] Imam ‘Adhuddin al-Iji, Al-Mawaqif fi ‘Ilmil-Kalam,,415.

[2] Imam Muhammad Abu Zuhrah, Mukhtashar Tarikhul-Madzahib al-Islamiyah, 124.

[3] Imam ‘Adhuddin al-Iji, Al-Mawaqif fi ‘Ilmil-Kalam, 415.

[4] Firaqul-Mu’asharah Tantashibu ilal-Islam Wabayanul-Mu’aqif, I/562.

Previous Post

Imam Abul Hasan al-Asyari; Pejuang Idiologi Sunni

Next Post

Kondisi Jazirah Arab Masa Pra-Islam (1)

Redaksi

Redaksi

Annajahsidogiri.id merupakan website Annajah Center Sidogiri (ACS), yang memegang teguh prinsip moderat dalam segala hal, sesuai dengan konsep Ahlusunnah Waljamaah.

Next Post
Kondisi Jazirah Arab Masa Pra-Islam (2/Selesai)

Kondisi Jazirah Arab Masa Pra-Islam (1)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor