• xnxx
  • xnxx
Berjabat Tangan Seusai Shalat, Bidahkah? - AnnajahSidogiri.id
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Sabtu, Januari 10, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Mukjizat

    Kenali Mukjizat dan Fenomena Lainnya (!)  

    Teologi islam

    Teologi Islam; Dalang Kegagalan Revolusi Sains di Dunia Muslim?

    Tuhan

    Kenapa Tuhan Harus Allah?

    Percaya Hari Sial, Bisa Fatal!

    Wali Jadzab; Penyebab dan Cara Membedakannya

    peran taurat

    Peran Taurat dalam Penulisan Al-Quran

    Burung gagak

    Burung Gagak Pertanda Kematian?

  • Aswaja
    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Berjabat Tangan Seusai Shalat, Bidahkah?

Ahmad kholil by Ahmad kholil
11 Agustus 2023
in Wahabi
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Berjabat Tangan Seusai Shalat, Bidahkah?
196
SHARES
2.5k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram

Ulama Ahlusunah sepakat, bahwa berjabat tangan adalah suatu anjuran untuk dilakukan ketika saling bertemu. Tidak sedikit hadits yang menjelaskan tentang kesunahan berjabat tangan, selagi tidak ada hal-hal yang diharamkan oleh syariat, seperti bersalaman dengan bukan mahram, menimbulkan syahwat dan sebagainya. Hanya saja, tradisi baik yang sesuai dengan anjuran Nabi ini, diklaim sebagai bidah oleh saudara kita kaum Salafi. Oleh karena itu, berikut kami paparkan dalil-dalil dianjurkannya berjabat tangan seusai shalat.

Imam Nawawi menjelaskan bahwa berjabat tangan seusai shalat itu baik untuk dilakukan. Beliau menganggapnya sebagai bidah yang mubah, karena tidak bertentangan dengan syariat. Berikut penjelasan beliau dalam kitabnya Al-Adzkâr An-Nawawiyah hal 184:

وَاعْلَمْ أَنَّ هَذِهِ الْمُصَافَحَةَ مُسْتَحَبَّةٌ عِنْدَ كُلِّ لِقَاءٍ ، وَأَمَّا مَا اعْتَادَهُ النَّاسُ مِنْ الْمُصَافَحَةِ بَعْدَ صَلَاتَيْ الصُّبْحِ وَالْعَصْرِ ، فَلَا أَصْلَ لَهُ فِي الشَّرْعِ عَلَى هَذَا الْوَجْهِ ، وَلَكِنْ لَا بَأْسَ بِهِ، فَإِنَّ أَصْلَ الْمُصَافَحَةِ سُنَّةٌ ، وَكَوْنَهُمْ حَافَظُوا عَلَيْهَا فِي بَعْضِ الْأَحْوَالِ ، وَفَرَّطُوا فِيهَا فِي كَثِيرٍ مِنْ الْأَحْوَالِ أَوْ أَكْثَرِهَا ، لَا يَخْرُجُ ذَلِكَ الْبَعْضُ عَنْ كَوْنِهِ مِنْ الْمُصَافَحَةِ الَّتِي وَرَدَ الشَّرْعُ بِأَصْلِهَا

Ketahuilah bahwa bersalaman itu disunahkan di setiap perjumpaan. Adapun bersalaman yang biasa dilakukan orang-orang setelah shalat Subuh dan Asar itu tidak ada dasarnya dalam syariat Akan tetapi, hal itu boleh dikerjakan, karena pada dasarnya bersalaman itu sunah. Adapun fakta yang menjelaskan bahwa mereka selalu mengerjakannya dalam sebagian kondisi, tapi dalam kondisi yang lain mereka kebanyakan mengabaikannya, itu tidak menafikan mushafahah yang disyariatkan.

Dalam kitab Syarhut-Thariqah al-Muhammadiyah karya salah satu ulama Hanafi; Syeikh Abd. al-Ghani al-Nabulsi, disebutkan:

صَرَّحَ بَعْضُ الْحَنَفِيَّةِ بِكَرَاهَةِ الْمُصَافَحَةِ بَعْدَ الصُّبْحِ وَالْعَصْرِ بِإِدْعَاءِ انِّهَا بِدْعَةً مَعَ أَنَّهَا دَاخِلَةٌ تَحْتَ عُمُومِ سُنَّةِ الْمُصَافَحَةِ مُطْلَقًا

Sebagian ulama madzhab Hanafi menjelaskan, bahwa dimakruhkan bersalaman setelah shalat Subuh dan Asar dengan berdalih bahwa hal tersebut adalah bidah. Padahal, musafahah setelah Subuh dan Asar itu termasuk dalam keumuman dalil disunahkan bersalaman secara mutlak.

Redaksi di atas menyangsikan pendapat ulama Hanfiyah yang menyatakan makruhnya berjabat tangan seusai shalat Subuh dan Asar, padahal hal tersebut tercakup oleh keumuman hadits akan kesunnahan berjabat tangan.

Setidaknya, dua pendapat di atas cukup untuk dijadikan sandaran bagi amalan yang jamak dilakukan oleh masyarakat, terlebih masyarakat Indonesia. Sedangkan dalil yang digunakan para ulama sebagai landasan diperbolehkan bersalaman setelah shalat adalah hadits berikut:

عَنِ الْبَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَثَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا.

Diriwayatkan dari sahabat Al-Barra’, beliau berkata; Rasulullah bersabda: “Tidak ada dua orang Muslim yang bertemu lalu berjabat tangan kecuali keduanya telah diampuni sebelum keduanya berpisah.” (HR. Tirmidzi: 2804, Abu Daud: 5207, Ibnu Majah: 3786, Ahmad: 18199, 18348, Baihaqi: 13746)

وَقَالَ أَسْوَدُ : أَخْبَرَنِي يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ يَزِيدَ بْنِ الْأَسْوَدِ السَّوَائِيَّ ، عَنْ أَبِيهِ : أَنَّهُ صَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّبْحَ ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ . قَالَ : ثُمَّ ثَارَ النَّاسُ يَأْخُذُونَ بِيَدِهِ يَمْسَحُونَ بِهَا وُجُوهَهُمْ ، قَالَ : فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ فَمَسَحْتُ بِهَا وَجْهِي ، فَوَجَدْتُهَا أَبْرَدَ مِنْ الثَّلْجِ ، وَأَطْيَبَ رِيحًا مِنْ الْمِسْكِ 

Aswad berkata: Ya‘la bin ‘Atha’ memberitahuku, dia berkata: Aku mendengar Jabir bin Yazid bin al-Aswad al-Sawa’i, dari ayahnya: Dia shalat Subuh bersama Nabi saw, lalu dia menyebutkan hadits. Dia berkata: Kemudian orang-orang berebut mengambil tangan Nabi dan menyeka wajah mereka dengan itu. Lalu berkata:  aku mengambil tangan Nabi saw dan menyeka wajahku dengan itu, dan ternyata tangan belau lebih dingin dari salju, dan lebih manis dari kasturi. (HR.Ahmad)

Dari pemaparan di atas, bisa kita tarik benang merah bahwa berjabat tangan setelah shalat merupakan suatu kebaikan, toh meskipun tidak ada dalil sharih yang menjelaskan tentang kesunnahannya seusai shalat. Sebagaimana pendapat Imam Nawawi di atas, cukuplah keumuman dalil-dalil tentang kesunahan berjabat tangan sebagi dalil bermushafahah seusai shalat. Kalaupun mau dikatakan bidah, maka hal itu termasuk bidah hasanah.

Ekholil | annajahsidogiri.id

Previous Post

Antara Makrifat dan Taklid

Next Post

Sifat Wajib bagi Allah itu Tidak Terbatas

Ahmad kholil

Ahmad kholil

Santri aktif pondok pesantren sidogiri dari banyuwangi, aktivis pengkaji kitab salaf dan redaksi website annajahsidogiri.id

Next Post
Sifat Wajib bagi Allah itu Tidak Terbatas

Sifat Wajib bagi Allah itu Tidak Terbatas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor