• xnxx
  • xnxx
Bias Tuduhan Liberal dan Radikal - AnnajahSidogiri.id
  • https://purepurepiano.main.jp/
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Selasa, Maret 10, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    Karakteristik Interpretasi Sahabat Nabi

    Karakteristik Interpretasi Sahabat Nabi

    Urgensitas Interpretasi Sahabat Nabi

    Urgensitas Interpretasi Sahabat Nabi

    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Ajaran Tauhid Para Nabi dan Rasul

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

  • Aswaja
    Memahami Kemustahilan Daur dan Tasalsul

    Memahami Kemustahilan Daur dan Tasalsul

    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Kritik Konseptual terhadap Pembagian Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

    Kritik Konseptual terhadap Pembagian Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Bias Tuduhan Liberal dan Radikal

Redaksi by Redaksi
4 Januari 2021
in Aswaja
Reading Time: 3 mins read
A A
0
radikal

radikal

168
SHARES
2.1k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram

radikalSelama ini, posisi Ahlusunah wal Jamaah yang berada di sentral moderasi mengalami berbagai tuduhan, lebih-lebih orang-orang sunni yang seringkali dituduh radikal dan di lain waktu dituduh sebagai orang liberal.

Moderasi merupakan suatu hal yang urgen mengingat agar seseorang tidak berada di salah satu pihak yang salah. Dalam ajarannya, Ahlussunnah wal Jamaah selalu berada di antara dua sekte. Sebagai contoh, ulama Ahlussunnah wal Jamaah mengajarkan kita agar menjadi ummatan wasathan, merujuk kepada QS. Al-Baqarah: 143:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَٰكُمۡ أُمَّةٗ وَسَطٗا لِّتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدٗاۗ

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.

Kalau kita sedikit membahas kata Wasathan pada ayat di atas, kita akan memahami arti kata yang secara tekstualis tersebut berarti tengah atau sentral. Imam al-Ghazali mengatakan bahwa arti kata ‘Wasathan’ atau menurut beliau al-I’tidâl ialah kelompok yang berada diantara Tafrîth (terlalu berlebihan dalam beragama) dan Ifrâth (terlalu lemah dalam beragama). Lebih lengkapnya, suatu hal yang melebihi batas al-I’tidâl (ما زاد على الإعتدال) disebut Tafrîth. Sedangkan yang minim dari batas al-I’tidâl (وما نقص على الإعتدال) disebut Ifrâth. Pendapat demikian juga senada dengan Imam Fakhruddin ar-Razi dalam tafsirnya, Tafsîr ar-Râzi (II/389-390).

Kedua sekte yang disebutkan oleh Imam al-Ghazali di atas memiliki kemiripan dengan Radikalisme dan Liberalisme. Yang satu terlalu berlebihan dalam beragama sehingga terbakar oleh ekstrimisme dan tindakan teror yang lain, sementara yang satu terlalu wellcome beragama hingga lunak terhadap kemungkaran yang tepat di hadapannya. Sebagai manhaj yang menjadi mayoritas dalam ideologi Islam, Ahlussunnah wal Jamaah tidak berada pada keduanya. Sehingga, ulama Ahlussunnah wal Jamaah termasuk Imam al-Ghazali telah memberi garis pembatas agar umat Islam tidak keliru mengambil dua jurusan yang berbeda tersebut.

Keliru Memahami Moderat

Tuduhan radikal dan liberal terus berlanjut di negara Indonesia tercinta ini. Apalagi, kebanyakan orang belum begitu paham tentang letak moderat yang benar diantara dua kelompok yang berseberangan. Simalakama orang Ahlussunnah wal Jamaah diperparah dengan metode dakwah yang diambil oleh para penceramah dan dai Ahlussunnah wal Jamaah dalam berdakwah. Ada yang suka bentak-bentak ketika berceramah malah dianggap radikal. Sebaliknya, jika terlalu kalem, terutama terhadap umat agama lain dianggap liberal.

Sementara itu, kita malah dibuat geram oleh beberapa tindakan keliru yang dianggap merupakan tindakan moderat dan tepat untuk dilakukan oleh semua umat Islam, seperti menghalalkan hal haram dalam syariat yang sudah bersifat qath’iy.

Menanggapi hal itu, cukup kita mendengar kaidah fikih berikut:

من أحل الحرام فقد كفر ومن حرّم الحلال فقد كفر

Barangsiapa yang menghalalkan perkara haram dan mengharamkan perkara halal maka ia telah kufur.

Selain itu, ada juga yang dengan bangga mencampur ritual keagamaan Islam dengan ritual agama lain. Atau, bertoleransi dengan yang tidak seagama dengan kita ketika pelaksanaan ibadah mereka.

Mereka yang berpendapat demikian belum begitu tahu tafsir QS. Al-Kafirun: 6

لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.

Ayat di atas juga diperkuat oleh Sayidina Umar RA yang pernah berkata demikian: Janganlah kalian masuk bersama orang musyrik pada saat peribadatan mereka, karena pada saat itu dan di tempat itulah murka Allah sedang turun. (HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan al-Kubra)

Kembali pada Penafsiran Masing-masing

Sebenarnya, kita sebagai umat Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah tidak perlu pusing dengan apapun tuduhan kepada kita, asal kita berpegangan kepada al-Quran dan apa yang kita pegang itu benar, maka itu sudah cukup. Karena tuduhan-tuduhan tidak berdasar mereka hanyalah berangkat dari selera dan kemauan pribadi, jika tidak sesuai dengan selera dan kemauan mereka, meski benar maka mereka akan tetap menganggap kita salah.

Al-Imam Syafii rahimahullah, pernah menasihati salah satu muridnya, Rabi bin Sulaiman. Dalam kitab Hilyatul-Auliya beliau berkata:

رضا الناس غاية لاتدرك فعليك بما يصلحك فإنه لاسبيل إلى رضاهم

“Kemauan manusia tidak berujung. Maka tetaplah pada hal yang baik bagimu. Sesungguhnya, tiada yang bisa dilakukan untuk memenuhi kemauan mereka.” Wallahu a’lam.

Abrari Ahmadi | AnnajahSidogiri.id

Previous Post

Rasionalisme dan Islam Rasionalis

Next Post

Kerancuan Dalil Pluralisme Agama

Redaksi

Redaksi

Annajahsidogiri.id merupakan website Annajah Center Sidogiri (ACS), yang memegang teguh prinsip moderat dalam segala hal, sesuai dengan konsep Ahlusunnah Waljamaah.

Next Post
Kerancuan Dalil Pluralisme Agama

Kerancuan Dalil Pluralisme Agama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor