• xnxx
  • xnxx
Memahami Kemaksuman Nabi - AnnajahSidogiri.id
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Sabtu, Januari 24, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Mukjizat

    Kenali Mukjizat dan Fenomena Lainnya (!)  

    Teologi islam

    Teologi Islam; Dalang Kegagalan Revolusi Sains di Dunia Muslim?

    Tuhan

    Kenapa Tuhan Harus Allah?

    Percaya Hari Sial, Bisa Fatal!

  • Aswaja
    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Memahami Kemaksuman Nabi

Redaksi by Redaksi
26 Maret 2022
in Aswaja
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Memahami Kemaksuman Nabi
164
SHARES
2.1k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram

Pembahasan kemaksuman para nabi tidak bisa dipisah dengan sifat amanah. Keduanya satu, tidak bisa dipilah. Sebab sifat ‘Ismah (maksum) bermuara dari sifat amanah.

Memaknai sifat ‘Ismah, Imam al-Jurnani mengartikan sebagai potensi diri yang mencegah para nabi melakukan maksiat, meskipun mampu melakukannya. Adapun sifat amanah bagi nabi menandakan seorang nabi terjaga dari perbuatan menyimpang, baik secara zahir maupun batin. Mereka terjaga dari perbuatan tercela secara zahir, seperti mencuri, berzina, dll, juga terjaga dari sifat tercela secara batin (af’alul-kalbi), seperti riya’, sombong, dan semacamnya.

Oleh karena itu, nabi tidak mungkin mengerjakan apapun kecuali atas perintah Allah. Jika ada golongan menyebut bahwa nabi melakukan hal yang melanggar syariat, maka seakan ia mengatakan bahwa Allah memerintah umat-Nya untuk menuruti perilaku tercela nabi tersebut, sedangkan itu mustahil.

Terkait sifat ‘Ismah, ada silang pendapat antar ulama. Sebagian ulama berpendapat bahwa nabi memiliki sifat ‘Ismah sejak dilahirkan, sebagian ulama lain mengatakan sifat tersebut ada setelah diangkat menjadi nabi.

Khilaf lain yang masih dalam cakupan sifat ‘Ismah; apakah para nabi terhindar hanya dari dosa besar ataupun juga terhindar dari dosa kecil. Permasalah ini bisa ditanggapi dengan penuturan Imam al-Jubbai di kitab Aunul-Murit ala Jauharutit- Tauhid, hlm. 732, bahwa ulama sepakat para nabi terhindar dari dosa besar. Untuk melakukan dosa kecil, para nabi dimungkinkan melakukannya, tetapi perbuatan tersebut tidak membuat umatnya berpaling.

Syekh Ibrahim bin Muhammad menyebutkan, nabi boleh melakukan hal makruh dan hal yang bersifat khilaful-aula. Dalam perilaku ini, nabi sebatas menunjukkan kepada umatnya bahwa pekerjaan tersebut tidak diharamkan dalam syariat Islam. (Lihat Tuhafatul-Murid ‘Ala Jauharutit-Tauhid, hlm. 156)

Dalam kitab Fathul-Bari disebutkan, golongan Asyairah memperbolehkan perilaku dosa kecil sebelum kenabian, baik sengaja ataupun tidak. Adapun golongan Maturidiyah, tidak memperbolehkannya secara mutlak.

Syekh Muhammad ad-Dasuki mengatakan, nabi tercegah dari segala perbuatan makruh ataupun haram, perilaku yang berdampak dosa besar ataupun dosa kecil, baik sebelum kenabian atau setelahnya, disengaja atau tidak. Kecuali kemaksiatan yang dilakukan nabi dalam keaadan lupa yang hakikatnya menjelaskan syariat.

Keadaan lupa di atas seperti yang pada Nabi Muhammad; keluar dari salat sebelum menyempurnakannya. Jika dipandang secara zahir perilaku tersebut merupakan sebuah kemaksiatan, tetapi Nabi Muhammad melakukannya dalam keadaan lupa yang hakikatnya menjelaskan hukum-hukum bagi orang yang lupa ketika melaksanakan salat sebelum sempurna. (Lihat Hasyiah ad-Dasuki ‘Ala Ummil-Barahin, hlm. 173)

Dari paparan di atas bisa kita pahami, bahwa setiap pekerjaan atau perkataan para nabi yang mengarah pada kemaksiatan harus dikaji terlebih dahulu. Jika berupa sebuah riwayat maka lihat, apakah riwayat tersebut dapat diterima atau tidak. Jika riwayat tersebut tertera dalam Al-Qur’an ataupun hadis Sahih maka harus ditakwil dengan “حَسَنَة الْأَبْرَارِ سَيِّئَة الْمُقَرَّبِيْنَ”, yakni pekerjaan baik dari orang yang berada dalam maqam abrar bisa menjadi pekerjaan jelek jika dilakukan oleh orang yang mencapai maqam muqarrabin.

Contoh takwil di atas seperti keadaan Nabi Adam ketika melangar perintah Tuhannya. Allah berfirman:

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan (Allah berfirman ) wahai Adam, tinggallah engkau bersama istrimu dalam surga dan makanlah apapun yang kau sukai, tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini. (Apabila didekati) kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”. (Qs. Al-A’raf; 19)

Menurut Syekh Ibrahim al-Bajuri, perilaku Nabi Adam yang membuatnya dikeluarkan dari surga seperti tertera di atas ialah berupa maksiat yang tidak seperti maksiat (معصية لا كالمعاصي). Beliau menakwil pristiwa tersebut, bahwa ada perintah yang disampaikan oleh Allah kepada Nabi Adam secara rahasia yang tidak diketahui mahluk.

Syekh Ibrahim al-Bajuri menukil perkatan Syekh Abi Madyan: “Andai kata kamu yang berada dalam posisi Nabi Adam niscaya kamu akan menghabiskan buah dari pohon tersebut.” Oleh karena itu, meski secara zahir Nabi Adam dilarang memakan buah tersebut, sejatinya ia diperintah untuk melakukannya secara batin. (Lihat Tuhfatul-Murid, hlm.156).

Ghazali Ali | Annajahsidogiri.id

Previous Post

Allah Berada di Atas?

Next Post

Roh itu Makhluk Apa Bukan?

Redaksi

Redaksi

Annajahsidogiri.id merupakan website Annajah Center Sidogiri (ACS), yang memegang teguh prinsip moderat dalam segala hal, sesuai dengan konsep Ahlusunnah Waljamaah.

Next Post
Roh itu makhluk apa bukan?

Roh itu Makhluk Apa Bukan?

Comments 0

  1. Ping-balik: TIPS BANGUN MALAM QIYAMUL-LAIL - Sidogiri Media Online

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor