• xnxx
  • xnxx
Memahami Kemustahilan Daur dan Tasalsul - AnnajahSidogiri.id
  • https://purepurepiano.main.jp/
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Sabtu, Maret 7, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    Karakteristik Interpretasi Sahabat Nabi

    Karakteristik Interpretasi Sahabat Nabi

    Urgensitas Interpretasi Sahabat Nabi

    Urgensitas Interpretasi Sahabat Nabi

    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Ajaran Tauhid Para Nabi dan Rasul

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

  • Aswaja
    Memahami Kemustahilan Daur dan Tasalsul

    Memahami Kemustahilan Daur dan Tasalsul

    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Kritik Konseptual terhadap Pembagian Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

    Kritik Konseptual terhadap Pembagian Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Memahami Kemustahilan Daur dan Tasalsul

Ahmad Jawwad by Ahmad Jawwad
6 Maret 2026
in Aswaja
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Memahami Kemustahilan Daur dan Tasalsul
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram

Salah satu sifat yang wajib diyakini bagi umat beragama adalah sifat qidam, yaitu sifat bahwa Allah ﷻ tidak tidak memiliki awal. Untuk membuktikan itu ulama kalam biasanya menggunakan teori kemustahilan daur dan tasalsul. Sebab, jika sang pencipta segala sesuatu masih memiliki pendahulu maka nanti akan menetapkan teori daur dan tasalsul. Lantas, sebenarnya apa eksistensi dari daur dan tasalsul? Imam Baijuri menjelaskan dalam kitab Tahqîqul-Maqâm-nya:

التسلسل وهو تتابع الأشياء واحداً بعد واحد إلى ما لا نهاية له

“Tasalsul adalah keterkaitan suatu entitas kepada entitas lain tanpa ada batasnya”[1]

Kalau dicontohkan tasalsul adalah keberadaan A membutuhkan B dan keberadaan B membutuhkan keberadaan C begitu seterusnya sampai tidak ada batasnya. Teori ini dianggap batil karena jika kita terapkan teori ini maka tidak akan ada ujung dari keberadaan sesuatu. Artinya dunia ini tidak ada awalnya sehingga menjadikan teori ini batil secara badihi (aksioma).

Dengan kata lain, tasalsul adalah rangkaian sebab dan akibat yang tidak terbatas dan tidak berujung kepada satu titik di mana yang ada pada titik tersebut hanyalah sebab saja, bukan akibat. Asumsi semacam ini seperti yang telah kami jelaskan pada daur juga mustahil adanya (tercegah atau mumtani’).

Karena dalam asumsi tasalsul, peristiwa akhir merupakan akibat (ma’lul) darinya dan akibat tersebut juga merupakan akibat dari peristiwa atau fenomena sebelumnya dan demikian seterusnya.

Baca Juga: Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

Oleh karena itu, peristiwa pertama yang kita hadapi bergantung dan bersyarat kepada sebuah peristiwa kedua yang telah ada sebelum akibat tersebut. Dan demikian juga peristiwa atau fenomena kedua bersyarat kepada adanya peristiwa ketiga sebelumnya, demikian seterusnya, semakin kita melaju sekali-kali kita tidak pernah akan sampai kepada sebuah peristiwa di mana wujud dan keberadaannya tidak bergantung kepada persyaratan sebelumnya.

Akan tetapi, keadaan ini berlanjut hingga mencapai titik tanpa batas. Dalam keadaan seperti ini, kita tidak hanya berhadapan dengan satu peristiwa yang tidak terwujud, melainkan tidak satu pun dari bagian rangkaian kumpulan keberadaan ini dapat kita saksikan. Karena tatkala kita teliti masing-masing dari peristiwa, sesuai dengan bahasa keren hari ini: Aku memiliki wujud dan keberadaan sepanjang maujud yang ada sebelumku juga memiliki wujud dan keberadaan.

Kalau dicontohkan lagi ketika seorang pengusaha A ingin bermitra dengan pengusaha B dan ia memberikan syarat bermitra kepada pengusaha C, sedangkan yang C memberikan persyaratan bermitra ke D, dan begitu seterusnya tanpa ada satu pengusaha yang ingin bermitra tanpa syarat, maka mitra tersebut tidak akan pernah tercapai.

Sedangkan daur adalah:

الدور: وهو توقف شيء على شيء آخر توقف عليه

“Dua entitas yang keberadannya membutuhkan satu sama lain[2]”

Atau dengan kata lain, daur adalah masing-masing dari kedua fenomena kita anggap sebagai sebab bagi yang lainnya; misalnya, tatkala menilik sebuah fenomena yang bernama “A”, keberadaannya dalam sebuah lingkaran di mana sebelumnya fenomena “B” telah terwujud. Dan fenomena “A” merupakan maujud yang diwujudkannya dan demikian juga sebaliknya; artinya ketika kita menilik fenomena yang bernama “B” dan kita melihat keberadaannya berada dalam lingkaran dimana sebelumnya “A” telah teruwujud sehingga ia dapat menerima keberadaan darinya.

Baca Juga: Kritik Konseptual terhadap Pembagian Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

Teori seperti ini adalah batil secara akal, lantaran keberadaan dan eksistensi keduanya, bergantung kepada keduanya dan lantaran tidak satu pun syarat dari keduanya yang tersedia, maka kesimpulan yang dapat diambil dari persyaratan semacam ini adalah keduanya masing-masing tidak terwujud.

Anggaplah, dua orang ingin mengangkat sebuah beban dan masing-masing mengangkat sudut beban tersebut dan membawanya, mensyaratkan orang lain sebelum dirinya telah mengangkat dan membawa beban itu, dalam keadaan ini sekali-kali beban tersebut tidak pernah akan terangkat, lantaran tidak terdapat syarat yang menentukan dari kedua orang tersebut untuk mengangkat beban itu.

Dari sini kita dapat simpulkan bahwa daur dan tasalsul tetaplah suatu teori yang mustahil terealisasi sehingga ketetapan qidam bagi Allah ﷻ sama sekali tak bisa diganggu gugat.

Ahmadul Jawwad | Annajahsidogiri.id

[1] Imam Baijuri, Tahqîqul-Maqâm, hlm. 14

[2] Ibid.

Previous Post

Kritik Konseptual terhadap Pembagian Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

Ahmad Jawwad

Ahmad Jawwad

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor