• xnxx
  • xnxx
Membedah Ajaran Tritunggal #2 - AnnajahSidogiri.id
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Kamis, Januari 15, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    Dongeng Isra’ Mikraj

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Mukjizat

    Kenali Mukjizat dan Fenomena Lainnya (!)  

    Teologi islam

    Teologi Islam; Dalang Kegagalan Revolusi Sains di Dunia Muslim?

    Tuhan

    Kenapa Tuhan Harus Allah?

    Percaya Hari Sial, Bisa Fatal!

    Wali Jadzab; Penyebab dan Cara Membedakannya

  • Aswaja
    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Membedah Ajaran Tritunggal #2

M Fuad Abdul Wafi by M Fuad Abdul Wafi
15 Januari 2026
in Lintas Agama
Reading Time: 6 mins read
A A
0
Membedah Ajaran Tritunggal #2
154
SHARES
1.9k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram

Tritunggal Menurut Ahli Filsafat Barat

Penelitian dalam Stanford Encyclopedia of Philosophy, menunjukkan bahwa doktrin Tritunggal tidak secara eksplisit diajarkan dalam Perjanjian Baru dan baru berkembang melalui perdebatan teologis selama beberapa abad.​ Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang Tritunggal sebagai doktrin formal adalah hasil perkembangan teologis yang terjadi setelah masa kehidupan Yesus dan para utusan Yesus (apostolos).

Dalam sebuah situs web yang bernama Stanford Ensiklopedia of Philosophy,[1] dikatakan:

“Although early Christian theologians speculated in many ways on the Father, Son, and Holy Spirit, no one clearly and fully asserted the doctrine of the Trinity… until around the end of the so-called Arian Controversy.”

“Meski para teolog Kristen awal berspekulasi dengan berbagai cara tentang Bapa, Putra, dan Roh Kudus, tidak ada yang dengan jelas dan sepenuhnya menegaskan doktrin Tritunggal… sampai akhir dari apa yang disebut Kontroversi Arian.”[2]

Pengaruh Filsafat Yunani dan Hellenisme Terhadap Tritunggal

Masuknya paham filsafat Yunani, khususnya Neoplato-nisme, memberikan pengaruh besar terhadap pemikiran gereja, terutama dalam upaya menjelaskan relasi Allah, Yesus, dan Roh Kudus. Konsep tentang “logos” yang diadopsi dari filsafat Yunani memainkan peran dalam membentuk pemahaman tentang Yesus sebagai Firman. Konsep Logos dalam filsafat Yunani, khususnya oleh Heraclitus, menggam-barkan prinsip rasional yang mengatur kosmos. Dalam konteks ini, Logos dianggap sebagai akal Ilahi atau tatanan kosmik yang memberikan bentuk dan makna pada alam semesta. Dalam Britannica disebutkan:

“The idea of the logos in Greek thought harks back at least to the 6th-century-bce philosopher Heraclitus, who discerned in the cosmic process a logos analogous to the reasoning power in humans. Later, the Stoics, philosophers who followed the teachings of the thinker Zeno of Citium (4th–3rd century bce), defined the logos as an active rational and spiritual principle that permeated all reality. They called the logos providence, nature, god, and the soul of the universe.”

Baca Juga; Ketika Bible Menjadi Penjara Ilmu

“Gagasan logos dalam pemikiran Yunani kuno setidak-nya dapat ditelusuri kembali ke filsuf abad ke-6 SM, Heraklitus, yang menemukan dalam proses kosmik sebuah logos yang dianalogikan dengan kemampuan penalaran pada manusia. Kemudian, Stoa, para filsuf yang mengikuti ajaran pemikir Zeno dari Citium (abad ke-4 hingga ke-3 SM), mendefinisikan logos sebagai prinsip rasional dan spiritual yang aktif yang meresapi semua realitas. Mereka menyebut logos sebagai providen, alam, Tuhan, dan jiwa alam semesta.”[3]

Ajaran Bapa Gereja Awal dan Konsili Tentang Tritunggal

Doktrin Tritunggal tidak secara eksplisit diajarkan oleh Yesus atau para rasul dalam Perjanjian Baru. Sebaliknya, pemahaman ini berkembang secara bertahap melalui perdebatan teologis selama beberapa abad pertama Kekristenan. Beberapa tokoh utama yang berperan dalam pembentukan ajaran ini antara lain:

  1. Tertulianus (sekitar 155–240 M)

Tertulianus adalah salah satu tokoh pertama yang menggunakan istilah “Trinitas” (dalam bahasa Latin: Trinitas) untuk menjelaskan hubungan antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ia memperkenalkan konsep bahwa ketiganya adalah satu substansi namun berbeda persona. Meskipun pemaha-mannya berbeda dengan doktrin resmi yang disahkan dalam Konsili Nicaea, kontribusinya signifikan dalam perkembangan awal doktrin Tritunggal. Dalam web resmi milik gereja apostolik baru internasional, dijelaskan:

“Tertullian emphasized the oneness of God: ‘one [divine] substance in three persons’ (Latin: una substantia tres personae). He was also the first to apply the term ‘person’ to the Father, the Son, and the Holy Spirit.”

“Tertullian menekankan keesaan Tuhan: ‘satu substansi [Ilahi] dalam tiga pribadi’ (Latin: una substantia tres personae). Dia juga orang pertama yang menerapkan istilah ‘pribadi’ pada Bapa, Putra, dan Roh Kudus.”[4]

  1. Athanasius dari Aleksandria (295–373 M)

Athanasius adalah tokoh penting dalam Konsili Nicaea (325 M) yang menentang ajaran Arius, yang menyatakan bahwa Yesus adalah makhluk ciptaan dan bukan sehakikat dengan Allah Bapa. Ia memperjuangkan istilah homoousios – Anak satu substansi dengan Bapa – sebuah istilah yang tidak ada dalam Bible. Athanasius berperan penting dalam mengembangkan doktrin Tritunggal yang menyatakan bahwa Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Tuhan Roh Kudus adalah tiga pribadi dalam satu hakikat yang sama. Dalam web resmi milik gereja ortodoks di Amerika, dikatakan:

“Saint Athanasius was a leader at that council in promoting the crucial word homoousios as most fitting to affirm the truth that the Son of God has the same uncreated divine nature as God the Father.”

“Santo Athanasius adalah seorang pemimpin dalam dewan itu yang mempromosikan kata penting homo-ousios sebagai yang paling tepat untuk menegaskan kebenaran bahwa Putra Tuhan memiliki sifat ilahi yang tidak diciptakan sama seperti Tuhan Bapa.”[5]

  1. Gregorius dari Nazianzus (329–390 M)

Gregorius, yang dikenal sebagai salah satu Bapa Kapadokia, berperan penting dalam merumuskan ajaran Tritunggal. Ia menekankan bahwa ketiga pribadi dalam Tritunggal adalah satu hakikat (homoousios), tetapi dengan perbedaan dalam peran dan hubungan mereka satu sama lain. Ia berusaha menjelaskan bahwa Tuhan Bapa, Yesus, dan Roh Kudus memiliki kesatuan hakikat yang tidak terbagi, meskipun masing-masing pribadi memiliki tugas yang berbeda.​ Dikutip dari situs Reasons to Believe (RTB), didirikan pada tahun 1986 oleh astrofisikawan Kristen yang terkenal di dunia, dia adalah Hugh Ross, dikatakan:

“The Cappadocian fathers affirmed the Nicene orthodoxy of the Father and Son being homoousios (of one substance) and joined with it the Origenist view that the Father, the Son, and the Holy Spirit are three hypostases (persons).”

“Bapa-bapa Kapadokia menegaskan ortodoksi Nikea bahwa Bapa dan Putra adalah homoousios (dari satu substansi) dan menggabungkannya dengan pandangan Origenis bahwa Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah tiga hypostases (pribadi).”[6]

Dengan demikian, doktrin Tritunggal merupakan hasil perkembangan teologis yang terjadi melalui konsili-konsili gereja dan pemikiran para Bapak Gereja, bukan ajaran eksplisit dari Yesus atau para utusan Yesus.

Baca Juga; Membedah Ajaran Tritunggal #1

Doktrin Tritunggal, sebagaimana dikenal saat ini, tidak serta merta melalui perjanjian yang mudah. Konsep ini berkembang melalui perdebatan teologis yang intens di kalangan gereja awal, yang berpuncak pada dua konsili penting: Konsili Nicea (325 M) dan Konsili Konstantinopel (381 M).​

  1. Konsili Nicea (325 M)

​Konsili Nicea adalah konsili ekumenis pertama dalam sejarah Gereja Kristen yang diadakan pada tahun 325 M di kota Nicea, Bitinia (sekarang İznik, Turki). Konsili ini dipimpin oleh Kaisar Romawi Konstantin Agung dan dihadiri oleh sekitar 300 uskup dari berbagai wilayah Kekaisaran Romawi.

Tujuan utama konsili ini adalah untuk menyelesaikan kontroversi tentang ajaran Arius, seorang presbiter dari Aleksandria yang menolak keilahian Yesus Kristus. Arius berpendapat bahwa Yesus adalah makhluk ciptaan Tuhan Bapa dan bukan Tuhan yang sejati.

Konsili Nicea menghasilkan Pengakuan Iman Nicea, yang menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah “satu substansi” (homoousios) dengan Tuhan Bapa, dan bahwa Ia adalah Tuhan yang sejati. Pengakuan iman ini menjadi dasar bagi doktrin Trinitas dalam Gereja Kristen.

Termaktub dalam situs Britannica:

“The council deemed Arianism a heresy and enshrined the divinity of Christ by invoking the term homoousios (Greek: ‘of one substance’) in a statement of faith known as the Creed of Nicaea.”

“Majelis konsili menganggap Arianisme sebagai bidat dan meneguhkan keilahian Kristus dengan menggu-nakan istilah homoousios (Yunani: ‘dari satu substansi’) dalam pernyataan iman yang dikenal sebagai Penga-kuan Iman Nicea.”[7]

  1. Konsili Konstantinopel (381 M)

Meskipun Konsili Nicea telah menetapkan keilahian Yesus, status Roh Kudus masih menjadi perdebatan. Beberapa kelompok, seperti para pengikut Makedonius, berpendapat bahwa Roh Kudus adalah makhluk ciptaan dan bukan Allah sejati.​

Konsili Konstantinopel, yang diselenggarakan oleh Kaisar Theodosius I, memperluas Kredo Nicea untuk menegaskan keilahian Roh Kudus, menyatakan bahwa Roh Kudus “disembah dan dimuliakan bersama dengan Bapa dan Anak.”​ Tertulis dalam Britannica:

“The Council of Constantinople also declared finally the Trinitarian doctrine of the equality of the Holy Spirit with the Father and the Son.”

“Konsili Konstantinopel juga akhirnya menyatakan doktrin Tritunggal tentang kesetaraan Roh Kudus dengan Bapa dan Putra.”[8]

Kesimpulan dari doktrin Tritunggal ini, sebagaimana dirumuskan dalam Konsili Nicea dan Konsili Konstantinopel, merupakan hasil perkembangan teologis yang kompleks dan tidak secara eksplisit diajarkan oleh Yesus atau Bible. Istilah seperti homoousios tidak ditemukan dalam Bible, melainkan diperkenalkan dalam konteks perdebatan untuk melawan ajaran yang dianggap sesat pada masa itu.​

 

  1. Fuad Abdul Wafi | Annajahsidogiri.id

[1] Web ini dipimpin oleh John Richard Perry sebagai direktur. Ia adalah seorang filsuf Amerika yang merupakan profesor emeritus di Stanford University dan University of California, Riverside. Dia telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap filsafat di bidang filsafat bahasa, metafisika, dan filsafat pikiran.

[2] https://plato.stanford.edu/entries/trinity/trinity-history.html.

[3] https://www.britannica.com/topic/logos.

[4].https://nak.org/en/aboutthenac/catechism?id=58ad79b2-c351-4806-a00f-8505846ecc41.

[5].https://www.oca.org/orthodoxy/the-orthodox-faith/church-history/fourth-century/saint-athanasius-and-his-defence-of-nicea.

[6].https://reasons.org/explore/blogs/reflections/three-church-fathers-defended-the-trinity.

[7] https://www.britannica.com/event/First-Council-of-Nicaea-325.

[8] https://www.britannica.com/event/First-Council-of-Constantinople-381.

Previous Post

Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

Next Post

Dongeng Isra’ Mikraj

M Fuad Abdul Wafi

M Fuad Abdul Wafi

Alumni Pondok Pesantren Sidogiri, Tim Peneliti Annajah Center Sidogiri

Next Post
Dongeng Isra’ Mikraj

Dongeng Isra' Mikraj

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor