• xnxx
  • xnxx
Ini Dia! Syarat dan Batasan Bertabaruk kepada Ulama - AnnajahSidogiri.id
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Minggu, Januari 11, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Mukjizat

    Kenali Mukjizat dan Fenomena Lainnya (!)  

    Teologi islam

    Teologi Islam; Dalang Kegagalan Revolusi Sains di Dunia Muslim?

    Tuhan

    Kenapa Tuhan Harus Allah?

    Percaya Hari Sial, Bisa Fatal!

    Wali Jadzab; Penyebab dan Cara Membedakannya

    peran taurat

    Peran Taurat dalam Penulisan Al-Quran

    Burung gagak

    Burung Gagak Pertanda Kematian?

  • Aswaja
    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Ini Dia! Syarat dan Batasan Bertabaruk kepada Ulama

Muhammad Khoiron Abdullah by Muhammad Khoiron Abdullah
5 Desember 2022
in Aswaja
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ngalap berkah ulama
181
SHARES
2.3k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram

Berbeda dengan Salafi Wahabi yang enggan dengan amaliah tabaruk (ngalap berkah), Ahlusunah wal Jamaah adalah golongan yang paling bersemangat dalam melestarikan amaliah yang satu ini. Kelengkapan data dari berbagai kitab membuat golongan Ahlusunah wal Jamaah ini kian antusias dalam bertabaruk. Dalam kitab al-Inshâf fî Mâ Utsira Haulahu al-Khilâf, ulama bersepakat bahwa tabaruk adalah amaliah yang disyariatkan oleh Nabi Muhammad ﷺ dan diamalkan oleh para shahabat, tabiin, dan para salaf salih.

Dari keterangan ini, banyak kemudian umat Islam Ahlusunah wal Jamaah yang berbondong-bondong bertabaruk pada segala hal yang mengandung keberkahan. Tak luput pula mereka bertabaruk kepada para ulama. Perihal hukumnya, menurut Imam Ibnu Hibban dalam kitab Shahîh-nya adalah boleh-boleh saja mengingat para ulama adalah para pewaris Nabi. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahîh Muslim menambahkan bahwa umat Islam tidak hanya dianjurkan bertabaruk kepada para ulama saja, tetapi juga dianjurkan bertabaruk pada hal-hal yang bertalian dengan para ulama, seperti bertabaruk pada tempat shalatnya, jubahnya, serbannya, dan lain-lain.

Omong-omong soal bertabaruk kepada para ulama ini, di kampung-kampung banyak kita jumpai umat Islam yang selalu istikamah sowan atau nyabis kepada para kiai. Mereka yang datang ke dalem (kediaman) para kiai tersebut memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Untuk yang paham agama, niat dan fokus mereka perihal tabaruknya mungkin sudah jelas, bahwa mereka tetap memohon keberkahan hanya kepada Allah ﷻ. Para kiai yang mereka kunjungi hanya dijadikan sebagai objek tawasul (perantara) agar lekas mendapatkan berkah dari Allah ﷻ. Adapun bagi yang awam, mereka banyak yang belum mengerti soal hakikat bertabaruk kepada para kiai. Sebagian ada yang sampai kelewat batas hingga mendewa-dewakan kiai. Sebagian lain ada yang berkeyakinan bahwa para kiailah yang sanggup mendatangkan manfaat dan meniadakan mudarat.

Menyikapi hal ini, menurut Abuya Sayid Muhammad al-Maliki, agar bertabaruk kepada ulama tetap berhukum boleh, setidaknya ada beberapa syarat dan batasan khusus yang harus diikuti.

Pertama, tidak boleh memiliki keyakinan bahwa ulama tersebut bisa mendatangkan manfaat dan menghilangkan mudarat.  Kedua, jika bertabaruk pada hal-hal yang berkaitan dengan ulama maka objek yang ditabaruki tersebut bukan tergolong barang yang dinilai najis oleh syariat, seperti darah dan air kencing. Ketiga, tidak ghuluw atau berlebihan hinggamengultuskan ulama yang ditabaruki. Keempat, harus yakin bahwa semua keberkahan yang bakal didapat sejatinya berasal dari Allah ﷻ.

Nah, apabila semua syarat dan batasan ini diikuti secara sempurna maka para ulama yang dikunjungi tersebut boleh menjumpai orang-orang yang ingin bertabaruk kepadanya. Imam Ibnu Baththal al-Maliki dalam Syarh Bukhârî menambahkan bahwa kebolehan ulama menjumpai tamunya yang hendak bertabaruk tersebut adalah apabila dirasa aman dari sebuah fitnah, seperti ujub dan yang lain. Wallahu ‘A’lam.

M. Khoiron Abdullah | Annajahsidogiri.id

Previous Post

Bolehkah Memercayai Hari Nahas?

Next Post

Fitnah Kubur yang Terkubur

Muhammad Khoiron Abdullah

Muhammad Khoiron Abdullah

Santri kampung yang suka menulis, nyastra, ngopi dan berdiskusi! Redaksi Buletin Tauiyah.

Next Post
Fitnah Kubur yang Terkubur

Fitnah Kubur yang Terkubur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor