• xnxx
  • xnxx
Ketika Bible Menjadi Penjara Ilmu - AnnajahSidogiri.id
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Senin, Februari 23, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    Urgensitas Interpretasi Sahabat Nabi

    Urgensitas Interpretasi Sahabat Nabi

    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Ajaran Tauhid Para Nabi dan Rasul

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

  • Aswaja
    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Ketika Bible Menjadi Penjara Ilmu

M Fuad Abdul Wafi by M Fuad Abdul Wafi
2 Januari 2026
in Lintas Agama
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Ketika Bible Menjadi Penjara Ilmu
163
SHARES
2k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram
Nicolaus Copernicus

Nicolaus Copernicus (1473–1543) adalah astronom Polandia yang mencetuskan model heliosentris, bahwa matahari, bukan bumi, adalah pusat dari alam semesta.

Mengapa Pandangannya Dianggap Sesat?

Pandangan heliosentris mengguncang doktrin gereja, yang meyakini bumi sebagai pusat ciptaan Tuhan, sebagaimana diajarkan dalam Aristotelian-Ptolemaic model yang sudah disahkan oleh gereja sejak Abad Pertengahan:[4]

“The Aristotelian system, however, resonated with the teachings of the Roman Catholic Church during the Middle Ages, especially in the writings of St. Thomas Aquinas in the 13th century, and later, during the period of the Counter-Reformation in the 16th and early 17th century, it ascended to the status of religious dogma. Thus did the notion of an Earth-centred universe become gradually enmeshed in the politics of religion. Also welcome in an age that insisted on a literal interpretation of the Scriptures was Aristotle’s view that the living species of Earth were fixed for all time”

“Namun, sistem Aristoteles selaras dengan ajaran Gereja Katolik Roma selama Abad Pertengahan, khususnya dalam tulisan-tulisan St. Thomas Aquinas pada abad ke-13, dan kemudian, selama periode Kontra-Reformasi pada abad ke-16 dan awal abad ke-17, sistem ini naik ke status dogma agama. Dengan demikian, gagasan tentang alam semesta yang berpusat pada Bumi secara bertahap terjalin dalam politik agama. Pandangan Aristoteles bahwa spesies hidup di Bumi bersifat tetap untuk selamanya juga diterima di zaman yang menuntut penafsiran harfiah Kitab Suci.”

Baca Juga: Menyikapi Fenomena Gus-Gus Kontroversial

Walau Copernicus meninggal pada tahun penerbitan bukunya (1543), Gereja lambat laun menyadari bahayanya teori ini. Dan mengeluarkan sebuah dekrit:[5]

“This Holy Congregation has also learned about the spreading and acceptance by many of the false Pythagorean doctrine, altogether contrary to the Holy Scripture, that the earth moves and the sun is motionless, which is also taught by Nicolaus Copernicus’ On the Revolution of the Heavenly Spheres.”

“Kongregasi Suci ini juga telah belajar tentang penyebaran dan penerimaan oleh banyak orang terhadap doktrin Pythagoras yang salah, yang sepenuhnya bertentangan dengan Kitab Suci, bahwa bumi bergerak dan matahari tidak bergerak, yang juga diajarkan oleh Nicolaus Copernicus dalam bukunya On the Revolution of the Heavenly Spheres.”

Di sini, Martin Luther memang pernah mengecam Copernicus, meskipun bukan secara resmi dalam tulisan-tulisannya, tetapi melalui komentar-komentar lisan:

“One of those critics was Martin Luther, the infamous Vatican critic who was one of the founders of the Reformation. Luther stated that “This fool wishes to reverse the entire science of astronomy; but sacred Scripture tells us that Joshua commanded the Sun to stand still, and not the Earth.” The Vatican did eventually ban “On the Revolutions of the Heavenly Spheres” in 1616.”

“Salah satu kritikus tersebut adalah Martin Luther, kritikus Vatikan yang terkenal yang merupakan salah satu pendiri Reformasi. Luther menyatakan bahwa “Orang bodoh ini ingin membalikkan seluruh ilmu astronomi; tetapi Kitab Suci memberi tahu kita bahwa Yosua memerintahkan Matahari untuk diam, dan bukan Bumi.” Vatikan akhirnya melarang “On the Revolutions of the Heavenly Spheres” pada tahun 1616.”

Nicolaus Copernicus tidak berteriak, tapi teorinya bergema lebih keras dari lonceng Vatikan. Ia tidak menentang iman, tapi menelanjangi kesombongan agama yang menolak sains. Gereja bisa saja membakar buku, tapi tidak bisa membakar kebenaran. Pandangan Copernicus menjadi peluru pertama yang menembus dogma dan membuka jalan bagi ilmuwan seperti Galileo, Kepler, dan Newton untuk membungkam dominasi tafsir literal Bible atas ilmu pengetahuan.

Baca Juga: Cukup Bermodal Ucapan Bisa Masuk Surga

Galileo Galillei

Galileo Galilei (1564–1642), ilmuwan Italia yang dianggap sebagai “bapak ilmu pengetahuan modern,” memang mengalami hukuman dari Gereja Katolik karena pandangan ilmiahnya dianggap bertentangan dengan ajaran Bible dan doktrin gereja saat itu.

Latar Belakang Kasus Galileo adalah, ia mendukung teori heliosentris dari Nicolaus Copernicus, yaitu bahwa matahari adalah pusat tata surya, dan bumi serta planet lainnya mengelilingi matahari. Pandangan ini bertentangan dengan teori geosentris yang selama berabad-abad dianut oleh Gereja.

Pada tahun 1633, Galileo diadili oleh Inkuisisi Roma dan dipaksa menyangkal pandangan heliosentrisnya. Ia dinyatakan bersalah karena “mencurigakan dalam hal bidah”, dan dijatuhi hukuman tahanan rumah seumur hidup.[6]

“In January 1633, a very ill Galileo made an arduous journey to Rome. From April, Galileo was called four times to hearings; the last was on June 21. The next day, June 22, 1633, Galileo was taken to the church of Santa Maria sopra Minerva, and ordered to kneel while his condemnation was read. He was declared guilty of “vehement suspicion of heresy,” and made to recite and sign a formal abjuration:”

“Tradition, but not historical fact, holds that, after abjuring, Galileo mumbled, “Eppur si muove (and yet it moves).” He was sentenced to “formal imprisonment at the pleasure of the Inquisition,” but this was commuted to house arrest, first in the residence of the Archbishop of Siena, and then, from December 1633, at his villa in Arcetri. When he later finished his last book, the Two New Sciences (which does not mention Copernicanism at all), it had to be printed in Holland, and Galileo professed amazement at how it could have been published.”

“Pada bulan Januari 1633, Galileo yang sakit parah melakukan perjalanan yang sulit ke Roma. Sejak bulan April, Galileo dipanggil empat kali untuk menghadiri sidang; yang terakhir pada tanggal 21 Juni. Keesokan harinya, tanggal 22 Juni 1633, Galileo dibawa ke gereja Santa Maria sopra Minerva, dan diperintahkan untuk berlutut sementara kutukannya dibacakan. Dia dinyatakan bersalah atas “kecurigaan kuat akan ajaran sesat,” dan diminta untuk membacakan dan menandatangani penolakan resmi:”

“Tradisi, tetapi bukan fakta sejarah, menyatakan bahwa, setelah menolak, Galileo bergumam, “ Eppur si muove (dan benda itu tetap bergerak).” Ia dijatuhi hukuman “penjara resmi atas keinginan Inkuisisi,” tetapi hukuman ini diubah menjadi tahanan rumah, pertama di kediaman Uskup Agung Siena, dan kemudian, sejak Desember 1633, di vilanya di Arcetri. Ketika ia kemudian menyelesaikan buku terakhirnya, Two New Sciences (yang sama sekali tidak menyebutkan Copernicanism), buku itu harus dicetak di Belanda, dan Galileo mengaku heran bagaimana buku itu bisa diterbitkan.”

Baca Juga: Taat Pada Pancasila, Taat Pada Agama

Ayat-Ayat yang Membungkam Copernicus dan Galileo

Mazmur 104:5 (TB)

“Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.”

Ayat ini diyakini oleh banyak penafsir gereja awal sebagai penegasan bahwa bumi adalah pusat yang tidak bergerak, yang secara langsung bertentangan dengan fakta ilmiah bahwa bumi berputar dan mengelilingi matahari.

Pengkhotbah 1:5 (TB)

“Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.”

Ini adalah bentuk kosmologi kuno, yang memandang matahari mengelilingi bumi, sebagaimana diamini oleh Gereja Katolik pra modern.

Yosua 10:12–13 (TB)

(12) Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel, dan ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon, dan engkau, hai bulan, di atas lembah Ayalon!”

(13) Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari pun berhenti di tengah langit dan tidak segera terbenam kira-kira sehari penuh.

Ayat ini digunakan Gereja Katolik sebagai pembenaran bahwa matahari yang bergerak, bukan bumi, karena jika bumi yang berputar maka tidak masuk akal bagi matahari untuk “berhenti”.

1 Tawarikh 16:30 (TB)

“Gemetarlah di hadapan-Nya, ya segenap bumi! Dunia ditegakkan, tidak dapat goyah.”

Kata “tidak dapat goyah” mengandung pengertian bahwa bumi bersifat statis dan kokoh, sesuai kosmologi geosentris zaman kuno dan bertentangan dengan pemahaman astronomi modern.

Kesimpulan:

Kontradiksi-kontradiksi ini menantang Kitab Kejadian sebagai wahyu Ilahi atau bukan? Apakah Tuhan dalam memberikan wahyu akan bertentangan dengan pengetahuan modern?

Fuad Abdul Wafi | Annajahsidogiri.id

 

 

 

 

 

[1] https://www.britannica.com/science/universe/The-system-of-Aristotle-and-its-impact-on-medieval-thought.

[2] https://inters.org/decree-against-copernicanism-1616.

[3] https://plato.stanford.edu/entries/galileo/.

[4] https://www.britannica.com/science/universe/The-system-of-Aristotle-and-its-impact-on-medieval-thought.

[5] https://inters.org/decree-against-copernicanism-1616.

[6] https://plato.stanford.edu/entries/galileo/.

Previous Post

Adz-Dzabih; Nabiyullah Ismail bin Ibrahim

Next Post

Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

M Fuad Abdul Wafi

M Fuad Abdul Wafi

Alumni Pondok Pesantren Sidogiri, Tim Peneliti Annajah Center Sidogiri

Next Post
al-Buthi

Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor