Nasehat adalah bagian dari amar makruf, yaitu mengajak pada kebaikan. Ia tidak mengenal batas usia, jabatan, atau status sosial. Menasehati adalah wujud tawashau bil-haq. Namun, dalam menyampaikan nasihat, kita membutuhkan strategi yang tepat agar pesan diterima dan didengar dengan baik.
Tentu saja, menasehati seorang pemimpin tidak sama dengan menasehati rakyat jelata; menasehati istri berbeda dengan menasehati anak; begitu pula menegur seorang ulama yang melakukan kekeliruan.
Belakangan ini, kita sering menjumpai dakwah, penyampaian, atau perilaku sebagian ulama muda yang cukup kontroversial dan terasa kurang pantas ditampilkan di ruang publik. Untuk memahami bagaimana cara menasehati dengan bijak, berikut penjelasan Gus Ajir Ubaidillah, Dai Muda Indonesia, dalam wawancara yang ditranskrip oleh Rizky Febriansyah dari Annajahsidogiri.id.
- Bagaimana cara menyikapi gus-gus/kiai muda yang kontroversial?
Langkah pertama adalah menegur secara internal sebagai upaya perbaikan sebelum perilaku mereka menyebar luas dan menuai hujatan publik. Bagaimanapun, mereka adalah bagian dari keluarga besar kita—baik sebagai warga Nahdliyin secara umum maupun komunitas pesantren secara khusus. Mereka yang mengetahui kesalahan itulah yang berkewajiban mengingatkan. Caranya bisa bermacam-macam: melalui tulisan, pesan pribadi, video, dan lain-lain.
Menegur bukan berarti membenci. Justru ini adalah wujud cinta. Ada pepatah Arab: Shadiquka laisa man shaddaqaka walakin man shadaqaka“Sahabat sejati bukan yang selalu membenarkanmu, tetapi yang berani berkata jujur tentang dirimu.” Artinya, sahabat yang baik bukanlah yang terus membenarkan tindakan salah, melainkan yang mengakui kebenaran ketika benar dan menegur ketika keliru.
Baca Juga: Matinya kepakaran dalam ilmu agama
- Apakah gus-gus tersebut bisa dikategorikan sebagai ulama su’ seperti tanda-tanda hari akhir?
Kita tidak ingin melabeli atau memvonis. Yang terpenting adalah mengembalikan semuanya pada rambu-rambu yang diberikan Nabi, sebagaimana dijelaskan Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin. Nabi bersabda:
لا تجلسوا عند كل عالم إلا إلى عالم يترك من خمس إلى خمس
“Janganlah duduk pada setiap orang alim, kecuali pada seorang alim yang memiliki lima sifat.”
Di antara ciri-ciri tersebut adalah:
Mengajak menuju kezuhudan (من الرغبة إلى الزهد): mengarahkan dari cinta dunia menuju kehidupan yang lebih sederhana, meningkatkan ibadah, dan mengingatkan akan akhirat.
Mengajak dari keraguan menuju keyakinan (من الشك إلى اليقين): meneguhkan bahwa janji Allah benar adanya, bukan justru menjerumuskan pada kebingungan hingga membuat kita bertanya, “Benarkah Islam seperti ini?”
Mengajak dari permusuhan menuju nasihat (من العداوة إلى النصيحة): menuntun kita untuk tidak saling membenci sesama Muslim.
Selain itu, ulama yang tidak menunjukkan ciri-ciri ini patut kita waspadai. Masyarakat perlu dipahamkan agar mampu memilih majelis ilmu yang ideal dan bermanfaat.
Baca Juga: Fenomena Aswaja Akar Rumput
- Apa pesan Anda untuk para gus-gus muda yang akan menjadi pemimpin agama?
Pertama, belajarlah sebelum berbicara dan memberi keputusan (tata’allam qabla an tatahakkam). Seorang pengajar harus banyak belajar terlebih dahulu sebelum menasehati atau menetapkan hukum. Jangan sampai waktu berceramah lebih banyak daripada waktu muthala’ah-nya.
Kedua, jangan tergesa-gesa. Orang yang terburu-buru sebelum waktunya bukannya membawa maslahat, justru rentan menimbulkan kerusakan, fitnah, atau masalah baru. Kenali diri: kapan waktunya belajar, kapan saatnya tampil, dan kapan layak menyampaikan.
Ketiga, masyarakat sangat merindukan ilmu yang sebenar-benarnya. Banyak pihak menilai NU negatif karena lebih banyak yang menonjol karena kontroversi dibanding prestasi. Maka, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mengembalikan semuanya pada jalur keilmuan yang benar.
Sebagaimana bait hikmah:
ليس الجمال عن أثواب تزيننا، إن الجمال جمال العقل والأدب
“Keindahan bukan terletak pada pakaian atau aksesori mahal, tetapi pada ilmu dan akhlak yang luhur.”
Moch. Rizky Febriansyah | Annajahsidogiri.id































































