Teman-teman, pembahasan terakhir yang terkandung dalam bait ke enam belas kitab Nazam Akidah Awam ialah mengenai sosok Nabi Ibrahim. Berikut ulasan tentang Nabi Ibrahim:
Biodata
Nabi Ibrahim memiliki ayah yang bernama Tera[1]. Adapun Azar, beliau adalah paman Nabi Ibrahim. Dalam redaksi Al-Quran disebut dengan kata abi, karena kebiasaan orang arab dahulu kala, memanggil paman dengan sebutan ayah[2].
Secara silsilah, nasab beliau bersambung kepada Sam bin Nuh. Nabi Ibrahim memiliki kunyah “Abu adl-Dlaifân”. Sebab, beliau enggan bersarapan kecuali bersama tamu. Bahkan, Nabi Ibrahim rela melakukan perjalanan sejauh tiga kilometer untuk mencari tamu, kemudian sarapan bersama.
Baca Juga; Syariat Islam Harus Dijalankan
Sejak muda Nabi Ibrahim dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa bahkan sebelum mencapai usia balig. Beliau dijuluki sebagai bapak monoteisme, sebab beliau merupakan orang pertama yang mengesakan tuhan Tuhan.
Selain keteguhannya dalam menyebarkan ajaran Tauhid, Nabi Ibrahim juga sosok seorang nabi yang memelopori banyak hal, sebagian di antaranya;
- Orang pertama yang melakukan jahit-menjahit.
- Orang pertama yang hijrah di jalan Allahﷻ.
- Orang pertama yang membuat celana.
- Orang pertama yang mengajarkan ajaran khitan dan mengkhitan diri sendiri.
Saat pelaksanaan khitan, beliau berusia seratus dua puluh tahun. Konon, kapaklah yang menjadi alat yang digunakan untuk mengkhitan Nabi Ibrahim. Awal mula disyariatkannya ajaran khitan pada zaman Nabi Ibrahim, ialah terjadinya peperangan antara Kaum Amaliqah dan Umat Nabi Ibrahim. Seusainya peperangan, Nabi Ibrahim membedakan antara Kaum Amaliqah dan Umat Nabi Ibrahim yang tewas untuk diproses pemendaman. Akhirnya Ibrahim mendapatkan wahyu dari Allahﷻ untuk mensyariatkan Khitan, di samping sebagai pembeda antara kaum Nabi Ibrahim dan kaum Amaliqoh pada saat itu.
Mukjizat
Sangat banyak keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim. Dalam Kitab Qasas al-Anbiyâ’ disebutkan bahwa Nabi Ibrahim memiliki empat puluh enam keistimewaan, dan sebagiannya menjadi mukjizat beliau. Keistimewaan yang terbilang mukjizat antara lain ialah;
- Jari jemarinya mengeluarkan madu dan susu
- Kemampuan menghidupkan burung mati
- Tak hangus ketika dibakar oleh Raja Namrud
- Mendapat bantuan serangan dari serangga
- Membangun kakbah yang kini menjadi pusat ibadah orang Islam[3]
Baca Juga; Nabi Saleh dan Unta Betina
Kerasulan
Ketika menafsiri Surat Maryam Ayat 41, Syekh Abu al-Hasan Ali bin Ahmad dalam al-Wajiz, dan Syekh Muhammad bin Yakqub al-Fayruzabadi dalam Tanwiru al-Miqbas min Tafsiri ibni al-Abbâs, keduanya mengkategorikan Nabi Ibrahim sebagai Nabi Sekaligus Rasul Allahﷻ.
Syekh Ramdan al-Buti juga berpendapat bahwa Nabi Ibrahim tergolong nabi sekaligus rasul. Jadi, selain mendapatkan wahyu dari Allahﷻ, Nabi Ibrahim juga diperintah untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada umatnya.
Objek pertama dakwah Nabi Ibrahim ialah keluarga terdekatnya. Kemudian dakwahnya meluas kepada penyembah berhala dan kaum Namrud. Karena ketabahan Nabi Ibrahim yang sangat luar biasa ketika berdakwah mengajak kaumnya untuk menyembah Allahﷻ, beliau mendapatkan gelar yang sangat istimewa, yaitu gelar Ulul Azmi dan Nabi Ibrahim juga disebut dengan Khalîlullâh (kekasih Allahﷻ)[4].
Fakhrul Islam| Annajahsidogiri.id
[1] An-naisaburi, Abu Ishaq, Ahmad bin Muhammad, Qasas al-Anbiyâ’, Dar al-Kutub al-Islamiyah Beirut Lebanon, cetakan kedua. Hal. 67
[2] Al-Baijuri, Ibrahim bin Muhammad, Tuhfah al-Murîd, Al-Haramain, Indonesia, cetakan pertama, Hal. 22
[3] An-naisaburi, Abu Ishaq, Ahmad bin Muhammad, Qasas al-Anbiya’, Dar al-Kutub al-Islamiyah Beirut Lebanon, cetakan kedua. Hlm. 67
[4] Al-Baghdadi, Ahmad bin Ali bin Tsabit, Tarikh al-Anbiya’, Dar al-Kutub al-Islamiyah Beirut, cetakan kedua, Hlm. 66
































































