• xnxx
  • xnxx
Penanaman Akidah Sejak Dini; Bagaimana Seharusnya di Era Gencarnya Pemahaman Sesat - AnnajahSidogiri.id
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Selasa, Januari 13, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Mukjizat

    Kenali Mukjizat dan Fenomena Lainnya (!)  

    Teologi islam

    Teologi Islam; Dalang Kegagalan Revolusi Sains di Dunia Muslim?

    Tuhan

    Kenapa Tuhan Harus Allah?

    Percaya Hari Sial, Bisa Fatal!

    Wali Jadzab; Penyebab dan Cara Membedakannya

    peran taurat

    Peran Taurat dalam Penulisan Al-Quran

    Burung gagak

    Burung Gagak Pertanda Kematian?

  • Aswaja
    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

    Nabi Khidir Hanya Ilusi Sufi?

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Penanaman Akidah Sejak Dini; Bagaimana Seharusnya di Era Gencarnya Pemahaman Sesat

Rizky Febrian by Rizky Febrian
8 Januari 2026
in Wawancara
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Penanaman Akidah Sejak Dini; Bagaimana Seharusnya di Era Gencarnya Pemahaman Sesat
189
SHARES
2.4k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram

Mendidik seorang anak dengan baik bukan hanya kewajiban bagi seorang guru di sekolah dan madrasah. Bahkan mendidik anak adalah tugas wajib bagi orang tua. Maka, sejak usia dini, orang tua harus lebih getol dan telaten dalam membimbing buah hatinya. Dengan itu seorang anak akan tumbuh sesuai dengan apa yang diajarkan oleh orang tuanya.

Terlebih hal itu menjadi rumit jika yang ditanamkan oleh orang tua adalah terkait akidah. Harus ada strategi mapan agar seorang anak bisa memiliki akidah yang baik dan akhlak yang luhur. Lebih-lebih di zaman yang serba digital seperti ini. Tempat berlalu-lalangnya berbagai macam corak pemikiran. Selengkapnya, mari kita simak penjelasan al-Habib Muhammad bin Alwi al-Haddad, pengasuh Pondok Pesantren DILWA yang diwawancarai oleh Rizky Febrian selaku redaksi Annajahsidogiri.id.

  • Bagaimana cara menanamkan akidah yang benar dan berkualitas pada anak sejak dini?

Sebenarnya akidah itu sudah tertanam sejak dini, bahkan sebelum ia dilahirkan (alam ruh). Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surah al-A’raf [7]: 172. Ayat itu menunjukkan bahwa sebenarnya akidah meyakini Allah sebagai Tuhan sudah tertancap bahkan sebelum lahir. Hal itu menjadi fitrah yang Allah berikan pada setiap hamba-Nya. Hal itupun juga diperkuat oleh Nabi Muhammad yang juga pernah bersabda ~Kullu Mauludin Yuladu alal Fitrah.

Maka pertanyaan yang tepat adalah bagaimana sebenarnya akidah itu dirawat dengan baik. Maka ulama memiliki berbagai cara, di antaranya;

Baca Juga: Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

1. Memilih pasangan yang baik sebagai media tanam, dan untuk menyusui anak tersebut dengan baik. Yakni, tidak sembarangan orang bisa menyusui anak tersebut. Ulama pernah menyatakan; ar-Radha’ Yughayyirut-Tiba’ (menyusui itu dapat mengubah karakter). Bahkan, terdapat beberapa riwayat yang melarang untuk semena-mena dalam menyusui anak, sebab hal itu akan memengaruhi perkembangan mental dan spiritualnya.

2. Melantunkan adzan sebagai penguat dari akidah yang sudah menjadi fitrah. Sebab pertama kali anggota bayi yang berfungsi adalah telinganya.

3. Mentalqin mereka dengan lantunan kalimat-kalimat tauhid, sebagaimana yang ditempuh para salafus-salih. Dalam kitab Mawahibul-Minan, al-Imam Hasan bin Abdullah al-Haddad menyatakan bahwa awal kalimat yang ditalqin oleh ayahnya ialah ‘Allah’. Dari sini kita bisa mengetahui bahwa orang-orang terdahulu berusaha agar pertama yang tertancap dan dikenal di hati anak-anak mereka adalah lafaz Allah.

4. Menjauhkan anak dari pergaulan jelek. Sebagaimana orang Arab mengatakan; at-Tabiah Sarraqah (karakter itu mudah terpengaruh).

5. Menanamkan benih-benih pada anak untuk mencintai kebaikan. Semisal mengajarkan mereka makan dengan menggunakan tangan kanan, mengenalkan akan keagungan Nabi Muhammad. Sehingga benih-benih akidah itu bisa tertancap (rasikh) sejak dini.

  • Apa dampak penanaman akidah yang salah dan bagaimana solusi mencegahnya?

Dampak penanaman akidah yang salah adalah sangat fatal. Meskipun tidak nampak di masa kecil, namun akan terasa di kemudian hari. Dampaknya bisa menjadi jalan kedurhakaan bagi sang anak, akhlak yang tercela, bahkan bisa keluar dari koridor ajaran Islam. Ini adalah realita dengan melihat beberapa kasus yang terjadi belakangan ini, seperti ada yang orang tuanya rajin ibadah namun anaknya murtad. Hal ini sebab tidak dibekali akidah yang baik.

Dalam satu hadis riwayat al-Baihaqi disebutkan bahwa sang anak akan menyeret orang tuanya ke neraka sebab tidak mendidik dengan pendidikan yang baik.

Maka ada beberapa solusi untuk menanggulangi hal-hal tersebut, di antaranya;

1. Menanam akidah yang baik dengan metodologi suri tauladan. Sebagaimana adagium yang sering kita dengar; ~Lisanul Hal Afshahu min Lisanil Maqal (Bahasa tubuh itu lebih berdampak ketimbang bahasa lisan).
2. Bertawassul kepada Allah melalui amal saleh. Sebagian ulama mengajarkan kita ketika bersedekah atau amal-amal yang lain, maka kita niatkan agar Allah memberikan hidayah kepada anak kita, menjadikan mereka anak-anak yang shaleh, dls.
3. Mendekatkan mereka kepada intelektual, ulama-ulama dan guru-guru yang shaleh, agar Allah memberikan dan menularkan hal-hal baik darinya.
4. Memberikan kisah-kisah dan hikayat inspiratif. Al-Junaid pernah mengungkapkan bahwa kisah atau hikayat adalah bagian dari tentara Allah (al-Hikayat Jundun min Junudillah), sehingga bisa memberikan efek untuk merubah hati yang dirasukinya.

Baca Juga: Pemantapan Akidah Anak Usia Dini

  • Apa pesan kepada orang tua dan masyarakat tentang pentingnya penanaman akidah sejak dini?

Membangun kesadaran akan pentingnya didikan orang tua. Jika bukan orang tua yang mendidik, maka lingkungan, digital, teman-temannya lah yang akan mendidik dan membentuk karakter mereka. Sebagaimana pepatah mengatakan;

.الْبِيئَةُ تُؤَثِّرُ, وَالْإِنْسَانُ نَتِيجَةُ مَا يَسْمَعُ وَمَا يُبْصِرُ وَمَا يَقْرَأُ

“lingkungan itu dapat memberikan dampak, dan manusia terbentuk karakternya dari apa yang mereka dengar, lihat, dan yang mereka baca.”

Oleh karenanya, haruslah bagi para orang tua mendidik anak mereka sebelum mereka yang dididik oleh lingkungan dan segalanya.

Previous Post

Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

Next Post

Maryam Merupakan Nabi?

Rizky Febrian

Rizky Febrian

Santri asal Surabaya, ada di jenjang Aliyah jurusan muamalah. Salah satu cita-citanya adalah menjadi hafidz dengan baik.

Next Post
Maryam

Maryam Merupakan Nabi?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor