• xnxx
  • xnxx
Relevansi Tasawuf di Era Milenial - AnnajahSidogiri.id
  • https://lms.sipil.ft.unand.ac.id/
  • https://purepurepiano.main.jp/
  • https://inozem.bsuedu.ru/
  • https://jurnal.umpwr.ac.id/
  • https://sipedang.tebingtinggikota.go.id/ckeditor/
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Minggu, Maret 1, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    Karakteristik Interpretasi Sahabat Nabi

    Karakteristik Interpretasi Sahabat Nabi

    Urgensitas Interpretasi Sahabat Nabi

    Urgensitas Interpretasi Sahabat Nabi

    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Ajaran Tauhid Para Nabi dan Rasul

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

  • Aswaja
    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Kritik Konseptual terhadap Pembagian Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

    Kritik Konseptual terhadap Pembagian Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Relevansi Tasawuf di Era Milenial

Redaksi by Redaksi
3 Oktober 2025
in Wawancara
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Relevansi Tasawuf di Era Milenial
173
SHARES
2.2k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram

Agama Islam terdiri dari tiga komponen pokok sebagai pondasi utama kokohnya sebuah ajaran agama, tiga komponen pokok tersebut terdiri dari akidah, syariat dan akhlak atau lebih dikenal dengan tasawuf. Dalam kehidupan modern yang lebih akrab dengan sebutan generasi milenial, kita memiliki sebuah tantangan besar dalam menerapkan ajaran agama dikarenakan beberapa kendala yang semuanya merujuk pada pesatnya perkembangan teknologi, sehingga banyak yang meragukan pada praktek tasawuf pada era modern ini dan timbullah pertanyaan “masih relevankah tasawuf di zaman yang serba instan dan penuh tekanan tehnologi modern”?, untuk menjawab itu mari kita simak bersama hasil wawancara Saiful Arifin dari Annajahsidogiri.id pada KH. Muhibbun Amman Aly selaku Rais Syuriah PBNU Pasuruan.

Ketika kita membahas tasawuf ada banyak perbedaan pendapat ulama’ yang menyentuh 50 lebih pendapat, namun semua itu merujuk pada satu pemahaman, yakni “mendekatkan diri kepada Allah dengan membersihkan hati dalam beribadah”. Istilah tasawuf adalah ilmu untuk membersihkan jiwa yang dalam agama Islam disebut dengan Ihsân, kata Ihsan sendiri berawal dari hadits Jibril yang ketika itu Rasulullah ﷺ memberi istilah pada pada sahabat perihal tiga komponen pokok Islam, pertama: Iman yang di kenal dengan ilmu akidah atau tauhid yang terkumpul dalam rukun iman, Kedua: Islam dikenal dengan ilmu syari’at yang mengajarkan amaliah keseharian baik dalam ibadah, muamalah/transaksi yang terkumpul dalam rukun islam, kemudian yang ketiga: Ihsan lebih dikenal dengan akhlak yakni cara kita mendekatkan diri pada Allah ﷻ.

Baca Juga: Nabi Saleh dan Unta Betina

Dalam kitab Arba’in-Nawawi hadist tentang Ihsan yang diriwayatkan oleh sahabat Umar bin Khattab menjelaskan tentang ritual cara kita beribadah seakan-akan melihat Allah, jika tidak memungkinkan maka beribadahlah dengan kesadaran penuh bahwa Allahﷻ senantiasa mengawasi kita.

قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِحْسَانِ. قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

Kemudian dalam tasawuf sendiri ada banyak hal yang perlu kita ketahui, salah satunya adalah tarbiyah atau ajaran untuk menerapakan Tasawuf, beberapa ulama’ ada yang mendirikan tharîqah sebagai ritual untuk membersihkan hati seorang agar bisa beribadah dengan murni. sedangkan terkait tharîqah ulama’ membagi menjadi dua, ada yang mu’tabarah dan ghairu mu’tabarah.

Tharîqah mu’tabarah adalah sebuah tharîqoh yang dibangun untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ tanpa meninggalkan nilai syari’at sedikitpun, ada beberapa tharîqoh mu’tabarah yang aktif hingga saat ini, di antaranya adalah An-Naqsyabandi, As-Syadzili, Al-Qadiri, At-Tijani dan lain-lain yang masing-masing dari tharîqah ini aktif baik di ormas dan juga di kalangan masyarakat pada umumnya.

Kedua adalah tharîqah ghairu mu’tabarah yakni sebuah ajaran yang mengaku mendekatkan diri kepada Allah ﷻ akan tetapi mengalihkan kewajiban syari’at dengan cara sibuk dengan ritual hingga bahkan meninggalkan shalat, dan ini banyak kita temukan di berbagai kalangan sesat dengan berkedok thariqah.

Baca Juga: Tasawuf ‌yang ‌Benar ‌Versi ‌Ahlusunah ‌Waljamaah ‌

Dari definisi tasawuf serta penerapannya, bisa kita pahami bahwa tasawuf bukan tentang relevan atau tidaknya, akan tetapi Tasawuf termasuk salah satu tegaknya komponen agama Islam sehingga tidak bisa lepas dari ajaran agama dan pengamalannya, termasuk pemahaman yang salah jika ada orang yang mengatakan kalau Tasawuf tidak penting atau tidak relevan. Akhir-akhir ini banyak orang salah paham dengan menganggap Tasawuf adalah orang sufi yang khumul dengan memakai baju compang-camping dan tidak suka dunia, padahal perlu digaris bawahi bahwa Tasawuf itu tentang amaliah hati, jadi letak penerapan serta nilainya adalah hati bukan penampilan. Dari pentingnya tasawuf kita sering dengar sebuah perkataan Imam Madzhab Muhammad bin Idris As-Syafi’i:

مَنْ تَصَوَّفَ وَلَمْ يَتَفَقَّهْ فَقَدْ تَزَنْدَقَ، وَمَنْ تَفَقَّهَ وَلَمْ يَتَصَوَّفْ فَقَدْ تَفَسَّقَ، وَمَنْ جَمَعَ بَيْنَهُمَا فَقَدْ تَحَقَّق

“Barang siapa yang mempelajari fiqih (ilmu agama) namun tidak bertasawuf, maka ia bisa menjadi fasik. Dan siapa yang bertasawuf tanpa mempelajari fiqih, maka ia bisa menjadi zindik (sesat). Dan siapa yang menggabungkan keduanya, maka sungguh ia telah meraih (hakikat kebenaran).”

Maqalah ini menunjukkan pentingnya menggabungkan antara aspek lahir syariat (fiqih) dan aspek batin (tasawuf). Meski sebagian ulama memperdebatkan kesahihan atribusi maqalah ini kepada Imam as-Syafi‘i, kandungannya sejalan dengan prinsip keseimbangan dalam Islam.

Saiful Arifin | Annajahsidogiri.id

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Previous Post

Nabi Saleh dan Unta Betina

Next Post

Al-Quran dalam Perspektif Barat

Redaksi

Redaksi

Annajahsidogiri.id merupakan website Annajah Center Sidogiri (ACS), yang memegang teguh prinsip moderat dalam segala hal, sesuai dengan konsep Ahlusunnah Waljamaah.

Next Post

Al-Quran dalam Perspektif Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor