Di tengah pesatnya perkembangan peradaban modern, tanpa kita sadari bahwa aliran sesat semakin mudah merasuk ke akar masyarakat. Sehingga perlu adanya strategi dan upaya untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman virus aliran sesat. Berikut adalah hasil wawancara dari Ahmadul Jawwad, redaksi AnnajahSidogiri.id kepada Ust. Dairobi Naji terkait strategi jitu dalam membendung arus globalisasi.
- Menurut panjenengan arus globalisasi memberi dampak positif atau justru dampak negatif?
Globalisasi adalah suatu keadaan di mana arus informasi tidak terbendung, sehingga untuk mengatakan berdampak postif atau negatif sebenarnya sama saja sebab ilmu-ilmu akan mudah tersebar. Sebaliknya adab-adab yang kurang luhur juga mudah diakses oleh siapa saja, tetapi untuk saat ini arus globalisasi lebih dominan menimbulkan dampak yang negatif, sebab pada saat ini harus kita akui kalau peradaban barat jauh lebih maju daripada peradaban kita, sehingga peradaban barat justru lebih banyak mempengaruhi kita bukan peradaban kita yang mempengaruhi mereka hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Ibnu Khaldun bahwa :
الْمَغْلُوبُ دَائِمًا مُتَّبِعٌ لِلْغَالِبِ فِي شِعَارِهِ وَزِيِّهِ وَنِحْلَتِهِ وَسَائِرِ أَحْوَالِهِ وَعَوَائِدِه
“Pihak yang ditundukkan secara konsisten akan mengimitasi pihak yang dominan baik dalam hal simbol keagungan, aksesoris, sistem keyakinan (ideologi atau mazhab), maupun dalam segenap kondisi kehidupan dan kebiasaan sosial mereka.”
Baca Juga; Matinya kepakaran dalam ilmu agama
Aslinya kita punya peluang yang sama dalam memanfaatkan arus globalisasi, tapi kita ada dalam keadaan kalah. Pada akhirnya efek negatif -contoh Liberalisme atau Wahabisme– itu lebih menyebar pada era digital, karena 2 ideologi itu lebih mudah diakses daripada ideologi kita.
- Strategi yang paling efektif dalam menghadapi arus globalisasi?
Agak susah, karena konsep dasarnya mubtadi’în (para pemula) memang tidak diperkenankan untuk mempelajari atau berinteraksi langsung dengan kelompok lain. Selaras dengan ucapan Imam Nawawi yang mengharamkan mempelajari ilmu mantiq yang memang berasal dari Yunani atau Imam al-Ghazali yang hanya memperbolehkan mempelajari ilmu mantiq kepada orang yang mampu menyaringnya, karena mubtadiin itu levelnya dipengaruhi bukan mempengaruhi. Sedangkan arus digital menjadi salah satu arus yang didominasi oleh aliran sesat sehingga langkah terbaik untuk menyelamatkan generasi agar tidak terkontaminasi oleh virus aliran sesat adalah menjauhkan mereka dari media sosial, pesantren yang biasa kita jalani adalah cara yang paling jitu untuk membendung arus digitalisasi untuk menjauhkan generasi dari pengaruh aliran sesat.
- Bagaimana strategi membendung arus globalisasi tanpa menimbulkan pro kontra?
Untuk cara seperti umumnya bisa inklut kepada pertanyaan yang nomor 2, namun membendung arus globalisasi akan lebih dari pro kontra jika dilakukan oleh pihak yang berwenang seperti MUI misalnya. Pemerintah seharusnya perlu membuat regulasi guna mencegah timbulnya dan penyebaran aliran sesat di masyarakat sekiranya mereka tidak berani lagi menampakkan hidungnya di masyarakat. Cuman pada dewasa ini sedikit sekali kepemerintahan yang peduli akan hal itu, bahkan banyak dari pemerintah yang juga terjangkit virus aliran sesat.
- Apa pengalaman ustadz dalam memerangi arus globalisasi?
Di antara pengalaman saya adalah membuat buku yang berjudul “Ahlusunnah di Tengah Aliran Meyimpang”, kemudian buku ini dijawab oleh seorang tokoh Ahmadiyah yang menjawabnya dengan buku. Uniknya kemudian saya bertemu langsung dengan tokoh tersebut dan melakukan dialog bersamanya. Selain itu pengalaman saya juga melalui perang opini di media sosial melalui tulisan-tulisan mentah yang saya upload di media sosial.
Baca Juga; Keniscayaan Bertasawuf dalam Berakidah
Sedangkan di masyarakat, biasanya saya menjelaskan akan kekeliruan kebatinan jika memang ada kesempatan berceramah pasti akan saya seling-selingi dengan menjelaskan kebatinan, sebab kebatinan-lah yang paling berkembang pesat di desa-desa
Sedangkan di kampus, saya sampaikan kesesatan aliran-aliran sesat di saat ada kesempatan mengisi seminar-seminar, karena di manapun kita berada penting untuk menyelamatkan akidah masyarakat
Annajah Center Sidogiri adalah salah satu wadah yang mungkin untuk melakukan misi tersebut, baik lewat mading, buletin ataupun lewat website.
Ahmadul Jawwad | Annajahsidogiri.id
































































