• xnxx
  • xnxx
Siapa yang Moderat? Siapa yang Radikal? - AnnajahSidogiri.id
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Jumat, Februari 13, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Ajaran Tauhid Para Nabi dan Rasul

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Dimensi Akidah Makhluk Ghaib

    Mukjizat

    Kenali Mukjizat dan Fenomena Lainnya (!)  

  • Aswaja
    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

    Ketika Kau Membenci Ahlul Bait

  • Liberal
    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

    Menepis Tafsir Feminis

  • Wahabi
    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

    Jimat Kalung Balita, Bidahkah?

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Siapa yang Moderat? Siapa yang Radikal?

Abdul Muid by Abdul Muid
13 Januari 2021
in Liberal
Reading Time: 3 mins read
A A
0
radikal

radikal

174
SHARES
2.2k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram
Ilustrasi: Siapa yang Radikal? Siapa yang Moderat?

Belakangan ini, kita sering dibingungkan oleh istilah moderat dan radikal. Seperti dalam kasus larangan memakai busana muslimah di Austria yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Mereka beralasan bahwa kebijakan ini dinilai lebih moderat. Dengan melarang muslimah memakai jilbab, kaum muslimah bisa lebih bebas dari berbagai macam hinaan dan diskriminasi. Padahal, secara tidak langsung mereka sendiri telah mendiskriminasi perempuan muslimah dengan melarang mereka mengenakan jilbab. Herannya, ketika mereka melihat muslimah-muslimah itu menggugat pelarangan ini mereka langsung menghujat ‘mereka Islam Radikal’.

QS. An-Nuur:31 :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya…”

Sebenarnya siapa yang moderat? Dan siapa yang radikal?
Ketika kita mendefinisikan dua kata ini, kita akan dihadapkan pada dua kubu pemikiran; Liberal dan non-Liberal. Dengan mengetahui dua buah pemikiran ini maka kita akan menemukan titik perbedaannya. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi menjelaskan bahwa kelompok liberal lebih mendahulukan konteks (situasi lingkungan) seperti yang terjadi pada kasus Austria di atas. Sedangkan non-Liberal bervariasi; ada yang lebih mendahulukan teks, ada yang mendahulukan teks tapi menggunakan akal, ada yang seimbang antara konteks dan akal. (Misykat hal.179).

Baca Juga : Bias Tuduhan Liberal dan Radikal

Jika diibaratkan, pemikir yang lebih mendahulukan teks al-Quran menggunakan akal di atas adalah para dalang dari organisasi-organisasi radikal yang mengatasnamakan dirinya sebagai orgainisasi islam. Seperti pada tahun 1932, terjadi penyerangan oleh orang Wahabi terhadap orang-orang muslim di kota makkah dengan alasan mereka telah kafir. Atau organisasi ISIS di Syiria yang keberadaannya justru menghancurkan orang muslim sendiri.

Perbedaan dua kubu pemikiran ini akan memunculkan definisi yang berbeda pula. Agaknya, dalam memaknai istilah moderat orang liberal Indonesia lebih membebek pada pemikir Barat postmodern Graham Fuller yang menyatakan bahwa “Muslim Moderat adalah mereka yang tidak mendahulukan teks dalam memahami kitab suci (Al-Quran) dan menekankan persamaan dengan agama lain dan bahkan tidak menolak kebenaran agama lain”. Sehingga,mengenai kasus Austria mereka melihat pada konteks atau keadaan muslimah yang ada di sana. Ketika orang-orang muslimah dihina dan didiskriminasi di tempat mereka; sekolah. Maka, dengan begitu mereka menyetujui pelarangan pemakaian busananya. Bagaimana dengan larangan membuka aurat yang ada di Al-Quran?. Mereka akan mencarikan penafsiran baru yang menurut mereka lebih sesuai dengan zaman sekarang ini. Dan untuk orang yang menolak keputusan ini, mereka otomatis dicap sebagai kelompok yang tidak moderat atau radikal.

Baca Juga: Maksud Aswaja Itu Moderat

Sekarang, kita bandingkan jika definisi ini diambil dari sudut pandang Islam yang lebih mendahulukan teks al-Quran. Maka, sebagaimana yang dinyatakan oleh Muqtedar Khan cendekiawan muslim asal Canada “Moderat itu adalah yang berfikiran terbuka, kritis, menghormati semua orang , bermoral, beramar makruf nahi mungkar”. Hal ini senada dengan surah Ali Imran ayat 110 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” Dengan begitu, kita akan memiliki pandangan bahwa yang moderat adalah mereka yang membiarkan muslimah memakai jilbab. Karena, moderat versi kita adalah mereka yang membiarkan orang-orang muslim menerapkan syariat. Dan yang radikal adalah mereka yang melakukan pelarangan tanpa pengesahan dari syariat.
Hal ini senada dengan definisi radikal (tatharruf) versi cendekiawan muslim Syekh Wahbah Al-Zuhaili “setiap tindakan kekerasan, agresi, atau kejahatan yang tidak memiliki pengesahan secara syar’i” (Qadhâyâ al-Fiqh al-Muâshir hal.398)

Dalam definisi tersebut Syekh Wahbah Az-Zuhaili lebih menekankan jika tindakan yang diambil tidak memiliki pengesahan dari syariat maka dialah yang tervonis ekstrim. Kesimpulannya, jika kita melihat kasus Austria di atas seharusnya yang divonis sebagai radikal adalah mereka yang melarang para muslimah mengenakan jilbab. Karena merekalah yang melakukan kejahatan tanpa adanya legalitas dari syar’i. Wallâhua’lam.

Abdul Muid |Penulis adalah salah satu aggota LITBANG ACS
Dan aktivis KOMUBA

Previous Post

Maksud Aswaja Itu Moderat

Next Post

Melirik Kejawen dari Ajaran Sapto Darmo

Abdul Muid

Abdul Muid

Ketua Litbang (Penelitian dan Pengembangan) ACS, Redaksi Buletin Tauiyah dan Language Section di English Team LPBAA Sidogiri.

Next Post
Ilustrasi ajaran kejawen

Melirik Kejawen dari Ajaran Sapto Darmo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor