Ketika Zuhud dan Warak Menjadi Dongeng Pengantar Tidur

Ketika Zuhud dan Warak Menjadi Dongeng Pengantar Tidur

لَا تَقُوْمُ السَّاعَةِ حَتَّى يَكُوْنَ الزُّهْدُ رِوَايَة ًوَالْوَرَعُ تَصَنُّعًا

رَوَاهُ أَبُوْ نعيم فِي الْحِلْيَةِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

“Kiamat tidak akan terjadi kecuali sifat zuhud hanya menjadi sebuah cerita dan sifat warak hanya akting belaka.”

Di mana-mana, para kiai dan dai menceritakan kezuhudan dan kewaraan para pendahulu yang shaleh. Di mana-mana, orang tua dan guru menginginkan anak-anaknya bisa meniru pendahulu mereka yang shaleh. Hanya orang bodoh yang tidak menginginkan itu semua. Hanya saja, keinginan itu tidak didukung oleh lingkungan yang tepat. Latihan zuhud dan warak yang dilaluinya dengan susah payah hancur begitu mudah ketika dihadapkan dengan lingkungan yang hedonis. Akibatnya, zuhud dan warak hanya menjadi sebuah dongeng di atas podium. Sekian orang saja yang akan memetik hikmah di balik dongeng tersebut.

Baca Juga: Tak Acuh Pada Masjid (Serial Kajian Tanda-tanda Kiamat 6)

Ulama memiliki penafsiran yang berbeda-beda dalam memaknai zuhud dan warak. Meskipun memiliki banyak penafsiran, tetapi semua ulama sepakat bahwa kedua kata itu diungkapkan untuk menggambarkan sifat yang tidak cinta terhadap dunia. Zuhud dan warak adalah pekerjaan hati yang mulanya berasal dari latihan fisik. Akan tetapi, meskipun awalnya adalah latihan secara fisik, tidak kemudian kita bisa melupakan latihan hati. Hati tetap harus terus dikontrol, sembari fisik juga ikut menerapkan konsep kesederhanaan. Jadi, sifat zuhud dan warak itu tidak akan datang dengan sendirinya. Semua hal itu pasti ada yang namanya latihan.

Setelah melalui latihan dan dengan pertolongan Allah, orang itu akan sampai pada titik atau level tertentu. sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal:

إِنَّهُ عَدَمُ فَرْحِهِ بِإِقْبَالِهَا وَلَا حُزْنِهِ عَلَى إِدْبَارِهَا (فَتْحُ الإِله فِي شَرْحِ المِشْكَاةِ)

“Bahwa dia tidak akan senang dengan kedatangnya (dunia), dan tidak sedih dengan kehilangannya.”

Itulah tingkatan zuhud yang harus kita capai. Semoga dengan pertolongan Allah, hal itu bisa kita gapai.

Muhammad Faqih | Annajahsidogiri.id

About Muhammad Faqih

Muhammad Faqih
Tim Peneliti Annajah Center Sidogiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*