• xnxx
  • xnxx
Paham Ulasan Kasab (#3) - AnnajahSidogiri.id
  • https://purepurepiano.main.jp/
AnnajahSidogiri.id
No Result
View All Result
Jumat, Maret 13, 2026
  • Login
  • Terbaru
  • Aktual
    Karakteristik Interpretasi Sahabat Nabi

    Karakteristik Interpretasi Sahabat Nabi

    Urgensitas Interpretasi Sahabat Nabi

    Urgensitas Interpretasi Sahabat Nabi

    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    ISLAM ITU TIDAK ANTI TRADISI!

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Mengucapkan “Al-Marhum” Pada Orang Kafir

    Ajaran Tauhid Para Nabi dan Rasul

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Mengapa Ektsrem Kanan Lebih Tampak Ahli Ibadah?

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Dongeng Isra’ Mikraj

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Mengapa Tidak Ada Rasul Wanita?

    Maryam

    Maryam Merupakan Nabi?

  • Aswaja
    Memahami Kemustahilan Daur dan Tasalsul

    Memahami Kemustahilan Daur dan Tasalsul

    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    MODERASI ISLAM NO! ISLAM ITU MODERAT YES!

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Prinsip Interaksi dengan Non-Muslim

    Awam dan Kewajibannya Terhadap Hukum Syariat

    Imamul Mutakallimin;  Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

    Bagaimana Aswaja Memandang Rezeki?

    Wali

    Wali dan Karamah [3/3]

    karomah wali

    Wali dan Karamah [2/3]

    Wali dan Karamah [1/3]

    Arti Mimpi Melihat Allah

  • Liberal
    Toleransi dalam Islam Tanpa Pluralisme

    Toleransi dalam Islam Tanpa Pluralisme

    Sekularisme

    Islam vs Sekularisme Politik

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Nabi Muhammmad ﷺ Seorang Tokoh Pluralisme?

    Analisis Misi Orientalis

    Analisis Misi Orientalis

    Syariat

    Syariat Islam Harus Dijalankan

    Kemakhlukan Al-Quran Versi Muktazilah dan Liberal

    Tuhan Tidak Adil?

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

    Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (2/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

     Membantah Isu Feodalisme dalam Pesantren (1/2)

  • Wahabi
    Kritik Konseptual terhadap Pembagian Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

    Kritik Konseptual terhadap Pembagian Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Politik Wahabi vs Dinasti Utsmani (1/2)

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Keterlibatan Inggris Dalam Kampanye Wahabisme

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Shalawat Nabi Dan Sejarah Kelam Wahabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Kontroversi Wahabi Perihal Mengatakan “ Sayyid “ Pada Nabi

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Apa Yang Menjadi Dalil Boleh Baca Al-Quran di Kuburan?

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Dusta Wahabi Terhadap Akidah Ulama (#1)

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Cikal Bakal Ideologi Tajsim

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

    Fitnah Wahabi Pada Imam Syafi’i Perihal Tasawuf

  • Syiah
    al-Kisai

    Menyikapi Kisah Ahlul Kisa’ dengan Benar

    Allah Adalah Dzat, Bukan Roh

    Ismailiyah: Sinkronisasi Filsafat dalam Ajaran Syiah

    Syiah

      Membedah Hadis Syiah

    Menyoal Cinta Syiah kepada Ahlul Bait

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekte Al-Kaysaniyyah: Antara Politik, Pembalasan, dan Penyimpangan

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Sekilas Tentang Politik Syiah

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Perkembangan Syiah di Indonesia

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Aliran Ghurabiyyah sekte Syiah Yang Keluar dari Arus Utama Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

    Sekte Saba’iyah: Awal Mula Ekstremisme dalam Sejarah Islam

  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Jahmiyyah; Sekte Pengingkar Asma Allah

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#3)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

       Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#2)

      Asmaul-Husna: Apakah Cuma Sembilan Puluh Sembilan Nama?

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Takdir Dan Pertanyaan-Pertanyaan Membingungkan (#1)

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Jangan Katakan Al-Quran Makhluk !

      Siapa Iblis Itu?

      Siapa Iblis Itu?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Mengapa Tahlilan Hingga 7 Hari?

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

      Hikmah di Balik Menabur Bunga di Atas Kuburan

    • Resensi
    • Tokoh
      al-Buthi

      Syekh Sa’id Ramadhan Al-Buthi; al-Ghazali Kecil dari Suriah

      Strategi Membendung Aliran Sesat di Era Globalisasi

      Syekh Ahmad Zaini Dahlan; Mufti dan Pejuang Melawan Wahabi

      Syeikh Al-Baijuri:  Sang Pembela Kebenaran

      Syeikh Al-Baijuri: Sang Pembela Kebenaran

      at-Thohahawi

      Imamul Mutakallimin; Ahmad bin Muhammad ath-Thahawi

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Ahmad Bin Hanbal: Amir al-Mukminin al-Hadis

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Mutiara Pembela Ahlusunnah dari Kota Mekah

      Saad al-Din at-Taftazani

      Saad al-Din at-Taftazani

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Syekh Muhammad bin Umar Al-Hadhrami

      Al-Imam Al-Ghazali

      Al-Imam Al-Ghazali

      • Firqah
    • Wawancara
  • Video
AnnajahSidogiri.id

Paham Ulasan Kasab (#3)

Redaksi by Redaksi
16 Juni 2022
in Aswaja
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Paham Ulasan Kasab (#3)
201
SHARES
2.5k
VIEWS
Bagikan di FBBagikan di TwitterBagikan di WABagikan di Telegram

Permasalahan

Pada bagian ketiga, kelompok Qadariyah digolongkan dalam kelompok Muktazilah. Segi etimologi, “Qadariyah” bermakna ketentuan dan ketetapan. Adapun segi terminologi, Qadariyah adalah kelompok yang mengedepankan perbuatan manusia tercipta atas kehendak sendiri, tidak ada takdir Allah akan segala tindakannya. Segi terminologi inilah letak persamaan kelompok Qadariyah dengan kelompok Muktazilah.

Kedua aliran ini berpendapat, manusia memiliki wewenang menciptakan perbuatannya sendiri. Qadariyah dan Muktazilah mengunggulkan kebebasan wewenang manusia, bahwa meraka melakukan sesuatu penuh dengan kekuasaannya.

Bagi keduanya, manusia memiliki kekuasaan untuk menciptakan kehendaknya, kuasa Tuhan tidak boleh mencampuri wewenang manusia. Artinya, segi perbuatan taklif tidak boleh ada pada segala perbuatan. Manusia berkuasa penuh atas perbuatan yang diperbuat, kuasa manusia menciptakan segala kemauannya. Manusialah yang menentukan ingin mengerjakan sesuatu atau tidak, tanpa didasari takdir Tuhan sebagai Pencipta hakikat perbuatan tersebut.

Dengan demikian, wewenang manusia merupakan keseluruhan bagi segala perbuatan. Semisal, ia ingin berbuat baik. Maka untuk mewujudkannya, manusia berwenang ingin berprilaku baik atau malah berprilaku jahat, tanpa didasari takdir Tuhan sedikit pun.

Oleh karena itu, jika manusia berprilaku baik, maka ia berhak mendapatkan pahala. Juga sebaliknya, jika manusia berprilaku jahat maka ia mendapatkan dosa, sesuai kehendak perbuatan orang tersebut. Tidak ada kuasa Tuhan menciptakan perbuatan manusia. Tuhan hanya berhak memberikan dosa atau pahala sesuai apa yang dilakukan manusia, mengenai perbuatannya, Tuhan tidak boleh mengurusi.

Untuk pandangan Muktazilah, Ahlusunnah Waljamaah mengenal pendapat mereka dengan sebutan, “Zahiran wa Batinan Mukhtaran” (kasab manusia terbebas batin dan zahir).

Pendapat ini berpedoman pada anggapan Muktazilah, bahwa manusia memiliki sifat ikhtiar penuh terhadap pekerjaannya. Menurut mereka, bila manusia tidak memiliki kehendak penuh atas perbuatannya, kemudian berbuat maksiat dan disiksa oleh Allah Swt., maka hal zalim bagi Allah Swt. mengehendaki dosa bagi orang tersebut sebab bagi mereka mengerjakan perbuatan tertaklif, yang tentu ditunjukkan pada segala kebaikan.

Penolakan

Tentu pendapat dua kelompok ini tidak bisa dibenarkan. Secara zahir, manusia memang tampak melakukan segala hal dengan pilihannya tersendiri, seakan bisa memilah untuk melakukan apapun secara bebas, tanpa ada dasar taklif sedikit pun. Namun, secara hakikat pekerjaan tersebut diciptakan Allah. Sesuai firman-Nya;

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

“Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu” (QS. As-Saffat; 95)

Jabaran mereka seakan menafikan takdir Allah, dan menyebut bahwa Allah tidak boleh ada taklif dalam perbuatan hamba. Meksi hamba bisa menciptakan pekerjaan, tentu secara hakikat manusia tidak memiliki atsar penuh mewujudkan kasabnya.

Untuk menolak pendapat Qadariyah dan Muktazilah lebih lanjut, meyakini pekerjaan hamba menjadi keharusan, tetapi tetap meyakini bahwa hamba tidak bisa menciptakan penuh terhadap ikhtiarnya. Imam as-Asy’ari menafsiri “Al–Mu’atstsir” bahwa Allah dengan Kudrat-Nya, sedangkan hamba ialah sandarannya.

Oleh karena itu, Ahlusunnah juga menyandarkan perbuatan kepada pada manusia, bukan disandarkan langsung pada Allah. Jabaran ini atas standar orang yang berdiri, duduk, makan, maupun minum tentu disandarkan pada manusia meski keadaan tersebut merupakan ciptaan Allah.

Bila menyebut segala takdir Allah berkaitan dengan segala pekerjaan, maka itu tidak pantas. Contoh, Allah menakdirkan kekufuran seseorang, maka menandakan bahwa sifat Allah ialah mengufurkan. Tentu ini tidak pantas, dan juga bersifat zalim.

Seandainya manusia menciptakan perbuatan tersendiri, tentu ia mengetahui pekerjaannya secara terperinci, yang nantinya ia bisa menentukan pada Allah mengenai apa yang hendak dilakukan.

Walhasil, ulama sepakat bahwa kasab Idhthirari diciptakan oleh Allah secara ittifaq, juga kasab Ikhtiari, selain hamba juga berperan mewujudkannya segi perbuatan, yang nantinya disebut kasab. Perlu diketahui, bahwa sebagian perbuatan manusia murni tercipta atas pekerjaan Ikhtiari-nya, sedangkan sebagian lain atas pekerjaan Idhthirari-nya.

Agus Hidayat | Annajahsidogiri.id

Previous Post

Dua Kewajiban Sebelum Nahi-Munkar

Next Post

Gagal Memahami Arti Keadilan

Redaksi

Redaksi

Annajahsidogiri.id merupakan website Annajah Center Sidogiri (ACS), yang memegang teguh prinsip moderat dalam segala hal, sesuai dengan konsep Ahlusunnah Waljamaah.

Next Post
Gagal Memahami Arti Keadilan

Gagal Memahami Arti Keadilan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aktual
  • Aswaja
  • Buletin Tauiyah
  • e-book
  • Firqah
  • Kajian
  • Kajian Kitab Kiai
  • Kolom
  • Konsultasi
  • Liberal
  • Lintas Agama
  • Publikasi
  • Resensi
  • Serial Akidah Awam
  • Syiah
  • Tokoh
  • Wahabi
  • Wawancara

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terbaru
  • Aktual
  • Aswaja
  • Liberal
  • Wahabi
  • Syiah
  • Lintas Agama
  • Serial Akidah Awam
  • Publikasi
    • Buletin Tauiyah
    • e-book
    • Kajian Kitab Kiai
    • Kolom
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Tokoh
      • Firqah
    • Wawancara
  • Video

© 2012-2025 AnnajahSidogiri.ID - design theme by Tim Media ACS.

  • slot gacor
  • slot gacor