Ziarah kubur

Yuk Berziarah Kubur

Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai beragam tradisi. Di antaranya, ziarah kubur. Masyarakat indonesia sudah lumrah dengan ziarah ke makam-makam keluarga, orang-orang saleh dan lainnya.
Dalam tradisi orang jawa terdapat tradisi membersihkan makam dan mendoakan ke makam keluarga yang diistilahkan dengan nyekar setiap Kamis malam Jumat. Hal ini dilakukan untuk mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal agar bertambah pahalanya dan tenang di alam barzakh.

Baca Juga: Tidak Mau Ziarah Kubur, Ketinggalan Zaman!

Agama Islam pun menganjurkan pemeluknya agar berziarah kubur, lewat sabda nabi,

عن ابن مسعود قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروا القبور فإنها تزهد في الدنيا وتذكر الآخرة” رواه ابن ماجه

Dari Ibnu Masud berkata, Nabi SAW bersabda, “Aku telah melarang kalian berziarah kubur, maka berziarah kuburlah kalian karena hal itu bisa membuat kalian zuhud dari dunia dan mengingat kematian.” (HR. Ibnu Majah).

Tidak hanya itu, Nabi juga mengajarkan umatnya agar mendoakan ahli kubur melalui sabdanya,

أخرج النَّسَائِيّ وإبن مَاجَه عَن بُرَيْدَة كَانَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم يعلمهُمْ إِذا خَرجُوا إِلَى الْمَقَابِر السَّلَام عَلَيْكُم أهل الديار من الْمُسلمين وَإِنَّا إِن شَاءَ الله بكم لاحقون أَنْتُم لنا فرط وَنحن لكم تبع أسأَل الله لنا وَلكم الْعَافِيَة

Berdoa di kuburan adalah hal yang disunnatkan karena doa temasuk ibadah. Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Taimiyah dalam kitabnya, Iqtidhaus Shirath al-Mustaqim, “Berdoa di atas kuburan tidak dimakruhkan. Bahkan diperintah sebagaimana perkara sunah. Seperti halnya melewati kuburan atau mengunjunginya maka sunah untuk memberi salam dan memohonkan keselamatan kepada allah untuk ahli kubur.”

Ziarah kubur adalah amalan yang dianjurkan oleh nabi selain bertujuan agar mengingat kematian karena semua orang pasti akan meresakan mati, lagi, ziarah kubur bukanlah perbuatan syirik yang sering digaungkan oleh kaum wahabi.

Annajahsidogiri|M Nuril Ashabi Lutfi

About M Nuril Ashabi Lutfi

M Nuril Ashabi Lutfi
Redaksi Khusus Bagian Sejarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*