HEADLINE

Aswaja

Perbandingan; Imam Mazhab Empat Bukan Paralogis Dalam Berargumentasi? (2#)

Perbandingan

Di tulisan awal sudah jelas mengenai perbandingan karakter paralogis yang mengakar di tubuh Salafi-Wahabi. Nah, sekarang kami membuat perbandingan yang kedua. Salafi-Wahabi memandang ulama Imam Mazhab Empat sebagai musuh. Tidak hanya sesimpel itu, bahkan mereka mensyirikkan Imam Mazhab Empat yakni Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam as-Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal. Diantara buktinya adalah , ulama mereka al-Qanuji dalam ...

Read More »

Perbandingan; Karakter Paralogis Salafi-Wahabi Dalam Berargumentasi (1#)

Perbandingan Karakter Paralogis Salafi-Wahabi Dalam Berargumentasi

Paralogisme adalah pelaku sesat pikir yang tidak menyadari akan sesat pikir yang dilakukannya. Klaim bahwa kelompoknya sendiri paling benar, yang lain salah.  Coba kita lihat dan membuat perbandingan. Seringkali kelompok Salafi-Wahabi dalam berargumentasi sangat kaku dan merasa paling benar sendiri. Berbagai argumentasi dari kubu Salafi-Wahabi yang ngotot melontarkan jargon ‘kembali pada ajaran al-Quran dan hadis’. Kenyataannya, argumentasi yang dimunculkan tidak kuat sama ...

Read More »

Ajal dalam Ketetapan Allah

Ajal dalam Ketetapan Allah

Sebagai muslim, kita harus meyakini bahwa kematian merupakan kejadian yang tidak bisa dihindari dan meyakininya adalah tuntunan syariat. Al-Qur’an juga menyebutkan penjelasan mengenai kematian sebagaimana berikut: كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada ...

Read More »

Menjadikan Kematian Sebagai Nikmat

Mejadikan Kematian Sebagai Nikmat

Kematian adalah hal niscaya. Semua makhluk hidup, besar maupun kecil; kuat ataupun lemah, pasti akan mencecap hal niscaya ini. Masalahnya, mendengar kata “mati” membuat bulu kuduk merinding. Gelap pengap, sepi sendiri, sempit impit, dan pedih siksa; berpisah dengan orang tersayang, belum rampung asa, dan karir yang terputus tengah jalan membuat kita menjauhi kata “mati” di kamus kita. Akan tetapi, benarkah ...

Read More »

Cara Beriman Pada Ghaibiyat: Belajar dari Kasus Yuval Noah Harari

Cara Beriman Pada Ghaibiyat

“Apakah kamu bisa menjawab pertanyaanku?” Tanya seorang atheis kepada Imam Abu Hanifah. Atheis itu sebelumnya sudah menghina Imam Abu Hanifah, karena umur beliau yang masih muda. “Tentu, dengan pertolongan Allah.” Jawab Imam Abu Hanifah. “Apakah Allah ada?” “Iya, Allah ada.” “Dimana dia?” “Allah ada tanpa tempat.” “Bagaimana mungkin ada sesuatu, tetapi tidak bertempat?” “Aku punya dalil untuk membuktikanya, dan itu ...

Read More »