HEADLINE

Aswaja

Buletin Tauiyah 236

Tauiyah-236-web Bulan lalu, masyarakat Indonesia kembali heboh akibat salah seorang dai kondang yang masuk gereja sekaligus berceramah di hadapan umat Nasrani. Lantas bagaimana kita menyikapi fenomena seperti ini. Tentunya dalam hal ini akan memunculkan dua kubu yang saling berlawanan, ada yang mengapresiasi dengan baik sebab dapat mempererat ikatan saudara antar-umat beragama, dan ada kubu lain yang memberikan komentar negatif bahkan ...

Read More »

Pembahasan Paling Penting dalam Ilmu Tauhid

Serial Akidah Awam

Sahabat #SerialAkidahAwam yang terhormat, kali ini kita sampai kepada pembahasan paling penting dalam ilmu tauhid. Kita telah sampai pada pembahasan wahdaniyah, di nazam yang sama, yang berbunyi: وَقَـائِمٌ غَـنِـيْ وَوَاحِـدٌ وَحَيّ ۞ قَـادِرٌ مُـرِيـْدٌ عَـالِمٌ بِكُلِّ شَيْ “Allah berdiri sendiri, Mahakaya, Maha Esa, Mahahidup, Mahakuasa, Maha Menghendaki, Maha Mengetahui atas segala sesuatu” Menarik untuk disimak, ternyata pembahasan wahdaniyah merupakan topik ...

Read More »

Allah Tidak Berfirman “Kun” Saat Menghendaki Sesuatu

Allah Tidak Berfirman “Kun” Saat Menghendaki Sesuatu

اِنَّمَآ اَمْرُهُ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔا اَنْ يَّقُوْلَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُQ.S. Yasin: 82 Dalam al-Quran terjemahan versi Kementerian Agama, ayat di atas diartikan: “Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu.” Makna yang bisa kita serap dari terjemah literal itu adalah, saat Allah menghendaki sesuatu, misal menciptakan A, maka Allah berfirman padanya, “Jadilah.” Tak ...

Read More »

Ragam Makna La Ilaha Illal-Lah

Serial Kitab Kiai

Pembahasan pertama dalam kitab al-Ma’man mindh-Dhalalah ialah terkait kalimat tauhid, la ilaha illal-Lah. Dalam kitab tersebut, Syaikhina wa Murabbi Ruhina KH. A. Nawawi bin Abd. Djalil memaparkan ragam makna kalimat tauhid. Makna Pertama Makna pertama La ilaha illa-Lah ialah: tidak ada ‘yang disembah’ secara hak, selain Allah. Dalam al-Ma’man minadh-Dhalalah (7) disebutkan: لَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ فِيْ الْوُجُوْدِ اَيْ سِوَىْ الذَّاتِ ...

Read More »

Maksiat Berujung Murtad, Mungkinkah?

Maksiat Berujung Murtad

Dalam Islam, mengafirkan sesama muslim, termasuk pada pelaku maksiat tingkat akut, merupakan tindakan ilegal. Selama masih mengucapkan la ilaha illa Allah, kita dilarang mengeluarkan seseorang dari Islam sebab perbuatannya. Sebagaimana penjelasan salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Namun bukan berarti tidak ada potensi murtad bagi pelaku maksiat lebih-lebih di zaman yang mana kesembronoan manusia tampak di mana-mana. ...

Read More »