Pengamalan Hadis Daif

Pengamalan Hadis Daif Menurut Ahlusunah wal Jamaah

Asslamualaikum, ustaz! . Saya ingin bertanya tentang penjelasan mengamalkan hadis daif. Sekian

Uways al-Qorni, Kedungdung-Sampang

Dalam mengamalkan hadis daif, ulama Ahlusunah wal Jamaah bersepakat boleh diamalkan dalam konteks fadha’ilul-a’mal (amalan-amalan sunah), targhib (motivasi melakukan kebaikan) dan tarhib (peringatan meninggalkan keburukan), manaqib, dan sejarah. Dalam hal ini Imam an-Nawawi berkata, “Menurut ahli hadis dan lainnya, boleh memperlonggar (tasahul) dalam menyampaikan sanad-sanad yang lemah (daif) dan meriwayatkan hadis daif yang tidak maudhu` serta mengamalkannya tanpa menjelaskan kedaifannya, dalam hal yang tidak berkaitan dengan sifat-sifat Allah, akidah, hukum halal dan haram, dan yang tidak berkaitan dengan akidah dan hukum-hukum.” (Tadribur-Rawi, I/162).

Baca Juga: Meluruskan Maksud Hadis “Kullu bid’atin Dholalah”

Pernyataan Imam an-Nawawi di atas memberikan kesimpulan sebagai berikut. Pertama, boleh meriwayatkan dan mengamalkan hadis daif dalam hal-hal yang tidak berkaitan dengan sifat-sifat Allah, akidah, dan hukum-hukum halal dan haram. Kedua, pendapat ini adalah pendapat seluruh ahli hadis dan lainnya.

Menurut Imam as-Suyuthi, wilayah bolehnya mengamalkan hadis-hadis daif tersebut mencakup terhadap hal-hal yang berkaitan dengan fadhailul a`mal, kisah-kisah para nabi dan orang-orang terdahulu, mauizah hasanah atau targhib dan tarhib dan yang sejenisnya.

Syekh Abdullah Mahfuzh al-Haddad dalam kitab as-Sunnah wal-Bid`ah (110), tidak ada seorang pun ulama yang melarang mengamalkan hadis daif dalam wilayah fadhailul a`mal dan sejenisnya tadi.

Maka dari itu, tentu sama sekali tidak mengherankan jika kemudian kitab-kitab tasawuf dan adzkar yang memang masuk dalam wilayah fadhailul-a`mal seperti Ihya’ `Ulumiddin karya Imam al-Ghazali, al-Adzkar karya Imam an-Nawawi dan semacamnya bayak mengandung hadis-hadis daif.

Akhiran, hadis daif memang boleh diamakan, asalkan masih dalam wilayah fadhailul a`mal dan sejenisnya yang sudah disebutkan di atas. Wallahu a’lam.

Achmad Arief|Annajahsidogiri.id

About Achmad Arief

Achmad Arief
Santri Sidogiri asal Pasuruan yang kebetulan diamanahi sebagai tukang desain di website resmi Annajah Center Sidogiri, annajahsidogiri.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*