Pos Terbaru

Mengqadha’i Salat Orang Mati

Mati akan menghinggapi setiap mereka yang bernyawa, termasuk manusia. Pada hakikatnya, semua manusia sedang menunggu satu waktu yang–mau tidak mau–pasti akan menghampiri, yaitu mati. Oleh sebab itu, selagi nyawa masih dikandung badan, seseorang harus memperbanyak mengais bekal di dunia untuk menghadapi perjalanan panjang di alam selanjutnya, yaitu alam akhirat yang tidak ada ujungnya. Di antara bekal yang paling penting bagi ...

Read More »

Hukum Tasyabbuh, antara Wahabi dan Liberal

Menjelang akhir tahun seperti sekarang, hukum tentang tasyabbuh (keserupaan) dengan orang kafir biasanya akan menyeruak ke permukaan. Sebab kita akan berhadapan dengan dua perayaan besar umat Kristiani, yaitu perayaan Hari Natal dan Tahun Baru. Dari poros Wahabi, mereka akan mutlak menghukumi kafir setiap pelaku tasyabbuh. Sedang dari poros liberal akan menghukumi boleh-boleh saja ber-tasyabbuh ria dengan mereka. Lalu bagaimana sebenarnya ...

Read More »

Meramal Golongan Penghuni Surga

Membicarakan Ahlusunah wal Jamaah sangat erat kaitannya dengan hadis-hadis yang menerangkan tentang perpecahan umat menjadi tujuh puluh tiga golongan. Di antara hadis-hadis tersebut adalah teks hadis berikut ini yang artinya; Dari Muawiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya orang sebelum kamu dari pengikut Ahli-kitab terpecah belah menjadi 72 golongan. Dan umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 dua ...

Read More »

Dosa: Bekal Menuju Surga

“Terkadang Allah membuka peluang taat untukmu, tapi belum tentu ia terima. Dan terkadang Allah  mentakdirkanmu berbuat dosa, tapi, justru itu menjadi sebab engkau wushul padanya.” ( Ibnu Athaillah as-Sakandari)   Konon, suatu hari shahabat Anas bin Malik melintasi satu daerah. Entah, tidak jelas dalam perjalanan dari mana, yang jelas kisah ini dikutip Syekh an-Nafazi dalam Syarh al-Hikam-nya. Dalam perjalanan itu, ...

Read More »

Ahlussunah dan Dinamika Perbedaan

AL-IMAM al-Bukhari meriwayatkan, selepas Perang Khandaq, Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah saat Ashar, menyampaikan wahyu agar beliau dan kaum muslimin bergegas menuju perkampungan Yahudi Bani Quraizhah, kemudian sesegera mungkin meninggalkan Khandaq. Mendapat mandat itu, Rasulullah memerintahkan para sahabat agar segera pergi ke tempat yang dimaksud, seraya bersabda ; اَلَالَايُصَلِّيْنَ اَحَدٌاَلْعَصْرَاِلَّافِي بَنِيْ قُرَيْظَةَ (رواه البخاري) “Ingatlah, janganlah seorang diantara kalian melaksanakan salat ...

Read More »