Tag Archives: Aswaja

Menilik Lebih dalam “Firqah an-Najiah”

Menilik Lebih dalam “Firqah an-Najiah”

“Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari kalangan Ahli Kitab terpecah belah menjadi 72 golongan. Sedangkan umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan. 72 golongan akan masuk neraka dan satu golongan akan masuk surga, yaitu golongan al-Jamaah.”(HR. Abu Dawud) Menengok pada hadis di atas, setidaknya memberi penjelasan bahwa suatu saat umat Islam terpecah-belah menjadi 73 golongan. Satu golongan selamat masuk surga dan ...

Read More »

Mereview Kembali Kesejatian Label ANNAJAH

Tarik ulur dalam memperebutkan label Ahlusunah wal Jamaah sebagai “sekte yang selamat” dalam sebuah hadis Nabi SAW, sedari awal kemunculan beragam aliran-aliran dalam Islam. Kiranya, siapakah yang berhak mendapatkan label sekte yang selamat tersebut? Meski kita telusuri, Ahlusunah dekade ini, lebih mengerucut pada dua kelompok besar di dunia Islam, yaitu kelompok pertama adalah kelompok yang dipelopori oleh dua orang; Imam ...

Read More »

Tidak Mau Ziarah Kubur, Ketinggalan Zaman!

Tidak seperti di masa-masa awal, Islam setelah beberapa tahun dari dilantiknya Nabi Muhammad saw menjadi seorang nabi sudah sangat berkembang. Orang Islam sudah bisa membedakan mana yang benar dan mana yang baik menurut kacamata Islam. Ada begitu banyak sahabat ‘âlim yang menjadi konsultan pertanyaan tiap kemusykilan yang dihadapi oleh umat waktu itu. Kondisi berbeda ini kemudian menurut ulama yang membuat Rasulullah saw ...

Read More »

Sahabat Nabi Sebagai Komunitas Terbaik

Salah satu doktrin Ahlusunah wal Jamaah adalah mencintai dan menghormati sahabat Nabi  ﷺ. Sahabat Nabi adalah Muslim yang pernah bertemu langsung dengan Beliau dan wafat tetap dalam keadaan memeluk agama Islam. Mereka semua adalah murid Rasulullah  ﷺ, sehingga mereka pun menjadi orang terbaik. Guru yang hebat akan melahirkan murid yang hebat pula. Bukti bahwa sahabat Nabi adalah komunitas terbaik banyak ...

Read More »

Allah Ada Tanpa Tempat

Mukhâlafatuhû lilhawâditsi yang artinya Allah SWT berbeda dengan makhluk-Nya adalah salah satu sifat yang wajib bagi Allah SWT, dan wajib bagi setiap orang mukalaf untuk mengetahuinya. Dalilnya adalah ayat al-Qur’an; لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ “Tidak ada suatu apapun yang serupa denganNya. Dan Dia yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syurâ:11) Kewajiban ini telah disepakati oleh para ulama pada generasi ...

Read More »