HEADLINE
Kemunculan Dajal Sebagai Tanda Kiamat

Kemunculan al-Masih Dajal Sebagai Tanda Kiamat

Salah satu tanda datangnya kiamat adalah kemunculan fitnah Dajal. Fitnah Dajal adalah fitnah terbesar yang akan dialami oleh umat Islam. Sebagaimana hadis nabi yang diriwayatkan dari Abu Umamah al-Bahili, ia berkata, Rasulullah sedang berkhutbah, di dalam khutbahnya beliau bercerita tentang bahaya Dajal. “Sungguh tidak ada fitnah yang lebih besar semenjak Allah menciptakan Adam dan keturunannya melebihi fitnah Dajal, sesungguhnya tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali dia pasti mengingatkan umatnya akan bahaya Dajal. (HR Ibnu Majah).

Baca Juga: Kiamat Sudah Dekat (Serial Kajian Tanda-Tanda Kiamat 1)

Dajal adalah seseorang yang Allah ciptakan untuk dijadikan cobaan bagi manusia. Dia bisa melakukan banyak keajaiban, menyesatkan manusia, mempunyai surga dan neraka KW. Hal itu terjadi karena disertai dengan kehendak dan kekuasaan Allah hingga dia bisa membunuh dan menghidupkan orang mati. Semua itu adalah istidraj bagi Dajal dan cobaan bagi manusia.

Rasulullah juga memberikan ciri-ciri fisik Dajal. mulai dari salah satu matanya buta, di antara kedua matanya tertuliskan lafal “kafir” sebagaimana dalam hadis, 

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا بُعِثَ نَبِيٌّ إِلَّا أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الكَذَّابَ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ، وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ فِيهِ أَبُو هُرَيْرَةَ، وَابْنُ عَبَّاسٍ

Diceritakan dari Sulaiman bin Harb, diceritakan dari Syu’bah, dari Qotadah, dari Anas bin Malik berkata, “Tidak ada nabi yang diutus melainkan dia pasti memperingatkan umatnya tentang orang yang buta sebelah matanya dan banyak dusta (Dajal). Ketahuilah sungguh Dajal matanya buta sebelah sedangkan Tuhan kalian tidaklah buta, dan sesungguhnya di antara kedua matanya tertuliskan lafal kafir.” (HR. Bukhari). 

Kenapa Dajal disebut al-Masih?

Ketika mendengar lafal “al-Masih” sudah pasti yang dimaksud adalah Nabi Isa sebagaimana yang tercantun dalam al-Qur’an surat Ali Imran ayat 45. Nabi Isa disebut al-Masih karena selalu berpergian. Hal ini disampaikan oleh Imam al-Fairuz Abadi dalam Kitab Tanwirul-Miqbaf fi Tafsiri Ibni Abbas. Beda halnya dengan Dajal. Dia diberi gelar al-Masih sebab salah satu matanya terhapus (buta) sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Atsir dalam kitab Jamiul-Ushul. Perbedaannya, bila Nabi Isa masihul-huda (al-Masih pembawa hidayah) sedangkan Dajal masihudh-dhalalah (al-Masih penebar kesesatan).

Dajal akan muncul dari arah timur, daerah yang disebut Khurasan sebagaimana hadis dari Abu Bakar, “Sesungguhnya Dajal akan keluar dari arah timur suatu daerah yang disebut Khurasan, kaum yang mengikutinya wajahnya seperti tameng yang ditempa palu.” (HR. Bukhari, Muslim). FYI, Khurasan masa kini mencakup wilayah sebagian Iran, seluruh Afghanistan, Turkmenistan dan uzbekistan.

Juga ada hadis dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah berkata, “Dajal akan keluar dari kelompok Yahudi Isfahan, dia bersama 70.000 ribu pasukan dari Kaum Yahudi.” (HR. Ahmad).

Kedua hadis di atas menunjukkan tempat yang berbeda. Pastinya, Dajal keluar dari arah timur baik dari Khurasan maupun dari Isfahan (iran) keduanya sama-sama berada di sebelah timur Madinah.Dajal akan keluar Ketika Kurma Baisan yang berada di Palestina sudah tidak berbuah, Danau Tiberias sudah tidak lagi mengeluarkan airnya, dan Mata Air Zughar yang menjadi tumpuan utama warga Suriah sudah mengering, maka Dajal akan muncul. Sebagaimana cerita sahabat Tamim ad-Dari yang pernah bertemu dan berdialog dengan Dajal. Hal mana kajadian itu dibenarkan oleh nabi dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Sahih-nya hlm 5235 dari Fatimah bin Qais. 

M Nuril Ashabi Lutfi | Annajahsidogiri.id

About M Nuril Ashabi Lutfi

M Nuril Ashabi Lutfi
Redaksi Khusus Bagian Sejarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*