Home Syiah Takfir Ala Syiah
Takfir Ala Syiah

Takfir Ala Syiah

0

Takfir secara bahasa berarti “mengkafirkan” istilah ini biasanya digunakan oleh kelompok-kelompok Radikal, dan digunakan kepada orang-orang yang tidak sefaham dengan mereka. Biasanya radikalisme dalam sebuah ideologi dan agama terbentuk karena beberapa faktor, seperti gagal memahami teks-teks agama secara absolut dan komperhensif, hingga pada akhirnya mereka berperilaku secara senonoh dan ekstrim. Namun, tak jarang jamak kita temukan bahwa, Radikalisme berangkat dari politik, yang sengaja dibuat oleh politikusnya untuk membalut kepentingan politiknya, seperti yang terjadi pada ISIS, HTI dan Syiah.

Baca Juga: Siapa yang Moderat? Siapa yang Radikal?

Syiah sendiri misalnya, yang dari awal merupakan sekte politik yang mengklaim dirinya sebagai pecinta dan pembela Ahlul bait. Klaim ini kemudian oleh syiah ditunjukkan dengan peringatan peristiwa karbala misalnya, yang diperingati setiap tahun. Karena simpati mereka terhadap sayyiidina Husain yang terbunuh dalam peristiwa tersebut, yang ini kemudian dijadikan momentum untuk menarik simpati umat islam guna menguatkan eksistensi syiah sendiri. oleh karenanya peristiwa terbunuhnya sayyidina Husain diperingati dengan beragam Attraksi duka, untuk menanamkan kebencian terhadap para kholifah yang tiga, yang mereka anggap telah merebut tonggak kepemimpinan kholifah Ali dan keturunannya. Dari sini akar,dan bias radikalisme tumbuh subur dalam tubuh syiah. Tulisan ini akan mengkaji radikalisme, tuduhan, dan gerakan takfir yang kami temukan dalam literature syiah .

 1. TUDUHAN TERHADAP ISTRI DAN SAHABAT NABI

Sahabat nabi merupakan pondasi keberlangsungan syariah nabi, dari merekalah kitab dan sunnah diajarkan, dan merekalah penolong dakwah nabi sebagaimana yang termaktunb dalam al-quran, seperti dalam QS. At-taubah .199, QS. Alfath .29 .

Meremehkan sahabat berarti merobohkan tiang bangunan syariah, meragukan kevalidtan dan keorisinalitas Al-quran, dan menghilangkan kepercayaan terhadap nabi sendiri. Tapi semua itu di tepis oleh orang-orang syiah dengan berbagai alasan, diantaranya bersumber dari ibrohim Al-qummi dalam tafsirnya. yang menuduh sayyidah Aisyah telah berzina dengan sifulan dalam satu perjalanan, dia belandasan pada lafadz Al-khianat dalam (QS. At- tahrim .10) yang ditafsiri dengan “perbuatan zina” dan karena perbuatannya itiu Aisyah wajib dihukum, padahal Allah telah membersihkan tuduhan tersebut sebagaimana yang termaktub dalam (QS. Al-ahzab.33).

Tidak cukup kepada istri nabi saw, tuduhan juga melayang kepada para sahabat nabi, Abu bakar, umar, yang dianggap telah merebut kepemimpinan Ali, seperti yang datang dari pemuka syiah, Ni’matullah Al-jaziri dalam kitabnya Al-anwarun nu’maniyah yang terang terangan meragukan keimanan Abu bakar, dia menuduh Abu bakar telah syirik

فَاِنَّهُ قد روي في الاخبارالخاصه ان ابا بكركان يصلي خلف رسول الله والصنم معلق في عنقه وسجوده له

“sesungguhnya telah di riwayatkan dalam hadist khusus, bahwa, abu bakar ketika solat dibelakang rasul, terdapat patung di lehernya, dan sujudnya sebenarnya untuk patung itu.

Bahkan tuduhan yang sangat kontroversi datang dari Al-iyashi dalam tafsirnya, yang menukil dari somad bin bashir, dia mengatakan bahwa abu bakar, umar, dan kedua putrinya, adalah orang yang paling bertanggung jawab atas wafatnya nabi saw, karena telah meracuni nabi, dan menganggap mereka ber empat sebagai manusia paling buruk. senada dengan Al- iyashi, Al-majlisi dalam kitabnya biharul anwar juga mengatakan bahwa, neraka mempunyai tujuh pintu masuk yang ketujuhnya ditunjukkan kepada pemuka sahabat. Dari saking bencinya terhadap umar misalnya salah satu ulama syiah kontemporer bernama, Al-tibrisi mengatakan,

لو ادخلني الله الى الجنة ووجدت عمر بن الخطاب فيها لطلبت من الله ان يخرني منها

“Seandainya allah memasukkanku kedalam surga, dan disana aku bertemu dengan umar bin Al-khotob, niscaya aku akan meminta kepada allah agar aku dikeluarkan dari surga.

Syiah di indonisia menampik itu semua, mereka menganggap bahwa itu semua adalah ajaran syiah terdahulu yang tidak digunakan pada zaman sekarang . pembelaan ini ternyata tidak sesuai dengan kenyataan, sebab, pelopor Revolusi republic islam iran, ayatullah Al- humaini menyatakan bahawa, aisyah, tholhah, zubair, dan muawiyah, lahirnya tidak najis tapi, lebih buruk dan menjijikan daripada babi

2. GERAKAN TAKFIR

Bermuara dari melaknat yang disertai dengan dendam dan benci terhadap para sahabat nabi, beberapa ulama syiah memandang persoalan ini lebih jauh, dengan mengkafirkan kaum muslimin yang mengakui tiga kholifah sebelum Ali. Almajlisi mengatakan bahwa, kata syirik dan kafir itu di tujukan kepada orang-orang yang tidak beriman kepada kepemimpinan sayyidina Ali, dan imam-imam keturunannya, mengutamakan orang-orang selain mereka, menunjukkan kekafiran yang kekal di neraka. Abu abdillah Muhammad bin nu’man Al-albari (Al-mughib) mengatakan dalam kitabnya “Almasail” bahwa: para imam sepakat bahwa orang yang ingkar terhadap para imam, dan mengingkari dan mengingkari kewajiban allah seperti, taat , maka, ia termasuk kafir yang kekal di neraka. Pendapat ini oleh Nikmatullah Al-jaziri dalam kitab ”nurul barohin” ia berkata.

ان من جحد ولاية علي عليه السلام لا يرى بعينه الجنة ابدا الا ما يعرف به انه لوكان بواليه لكان ذالك محله وماءواه فيزداه
حسرات او ندامات

“Sesungguhnya orang yang ingakar pada kepemimpinan Ali, tidak akn pernah melihat surga, kecuali ia akan melihat apa yang diketahui bahawa, jika sekiranya ia iman pada kepemimpinan Ali, pastilah surga tempatnya. lalu bertambahlah bertambahlah penyesalannya karena tidak beriman dengan kepemimpinan Ali.

Dari pemaparan diatas, sudah sangatlah bertentangan dengan ajaran Ahlusunnah,yang sangat menghormati para sahabat sebagaimana yang disabdakan oleh nabi saw, yang secara tegas melarang umatnya melaknat apalagi sampai mengkafirkan para sahabatnyasebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh imam bukhori muslim bahwa nabi bersabda :janganlah kalian mencaci maki sahabatku demi dzat yang menguasai nyawaku, andai kata seseorang dari kalian menginfakkan emas sebesar gunung uhud dijalan allah tentunya tidaklah mampu melebihi keutamaan dari satu mud atau setengahnya yang dibelanjakan oleh sahabatku. Juga hadist yang diriwayatkan oleh imam baihaqi

من سبَّ اصحا بي فعليه لعنة الله والملائكة والناس اجمعين

“Barang siapa mencaci sahabtku maka wajib baginya laknat allah, malaikat,dan semua manusia

Disamping itu melaknat, mencaci, dan memaki berdampak buruk terhadap jiwa, serta kesehatan pelakunya. Dari sini bisa disimpulakan bahwa, inti ajaran syiah adalah kepemimpinan sayyidina Ali ra, dan imam keturunnaya, Namun karena syiah mempunyai ajaran “taqiyyah (berbohong, deng magendeng, red: Madura) maka seringkali terdapat pendapat kontradiktif. Di indonisia ABI (ahlul bayt indonisia ) yang mengaku hanya berbeda madzhab dengan ahlusunnah, maka sangat pantas jika, ulamak sampang dan jawa timur mengeluarkan fatwa tentang kesesatan syiah, yang mengkafirkan kaum sunni di indonosia, dan secara idiologis akan membahyakan terhadap stabilitas Negara. wallahu a’lam.

Penulis: Moh Zakun | Aktivis ACS SEMESTER  lV

 

”pendaftaran

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *